Jeffrey Epstein, seorang miliarder Amerika yang terkenal karena skandal seks trafficking dan hubungannya dengan tokoh-tokoh elit dunia, telah menjadi pusat perhatian global bahkan setelah kematiannya pada 2019. Baru-baru ini, rilis dokumen-dokumen terkait kasusnyaβdikenal sebagai βEpstein Filesββtelah menimbulkan kegemparan besar.
Apa Itu Epstein Files?
Epstein Files merujuk pada koleksi besar dokumen, gambar, dan video yang dikumpulkan oleh otoritas AS selama investigasi terhadap Jeffrey Epstein. Totalnya mencapai lebih dari 6 juta halaman, disimpan dalam sistem manajemen kasus FBI bernama Sentinel.
Dokumen ini berasal dari kasus pidana Epstein pada 2006 (di Florida) dan 2019 (di New York), termasuk transkrip wawancara korban, log penerbangan jet pribadinya, buku kontak, serta barang bukti dari penggerebekan properti miliknya.
Epstein dituduh mengeksploitasi dan memperdagangkan gadis di bawah umur untuk tujuan seksual, dengan jaringan yang melibatkan rekan seperti Ghislaine Maxwell, yang kini menjalani hukuman 20 tahun penjara.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) baru saja merilis batch terbaru pada Januari 2026, mencakup 3 juta halaman, 180.000 gambar, dan 2.000 video. Namun, banyak bagian yang masih di-redaksi untuk melindungi identitas korban.
Mengapa Epstein Files Membuat Geger?
Rilis Epstein Files telah menimbulkan kegemparan karena beberapa alasan utama. Pertama, dokumen ini mengungkap hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh dari dunia politik, bisnis, dan hiburan, seperti Bill Clinton, Donald Trump, Prince Andrew, Elon Musk, Bill Gates, dan banyak lainnya.
Meskipun kebanyakan nama ini tidak terkait langsung dengan kejahatan, kemunculan mereka memicu spekulasi dan teori konspirasi tentang βdaftar klienβ Epsteinβdaftar hipotetis orang-orang yang diduga terlibat dalam pemerasan atau aktivitas ilegal.
Kedua, isu politik memanaskan situasi. Selama kampanye 2024, Trump berjanji akan merilis dokumen ini sepenuhnya, tapi penundaan dan redaksi besar-besaran membuat banyak pihak curiga ada upaya penyembunyian. DOJ menyatakan tidak ada bukti daftar klien atau pemerasan, tapi hal ini justru memicu kritik bipartisan, termasuk tuntutan dari Kongres untuk akses tanpa sensor.
Selain itu, kematian Epstein di penjaraβyang secara resmi dinyatakan bunuh diriβmasih menjadi bahan perdebatan, dengan teori bahwa ia dibunuh untuk melindungi rahasia elit.
Kontroversi semakin memuncak dengan rilis Januari 2026, di mana nama Trump disebut lebih dari 3.000 kali, termasuk email dengan penasihatnya Steve Bannon dan daftar tuduhan pelecehan seksual yang dikompilasi FBI.
10 Fakta Epstein Files
Berikut adalah beberapa fakta menarik yang terungkap dari dokumen-dokumen ini, berdasarkan rilis terbaru:
1. Black Book Epstein: Buku kontak 97 halaman yang disusun oleh Ghislaine Maxwell, berisi 349 nama tokoh terkenal, termasuk staf dan selebriti. Tidak ada bukti ini adalah βdaftar klienβ untuk pemerasan.
2. Log Penerbangan: Menunjukkan Clinton melakukan setidaknya 16 perjalanan dengan jet Epstein, sementara Trump juga tercatat. Namun, tidak ada tuduhan kejahatan terhadap mereka.
3. Email Kontroversial: Ada email dari βThe Dukeβ (diduga Prince Andrew) yang mengundang Epstein ke Istana Buckingham setelah hukuman seksnya, serta komunikasi dengan Sarah Ferguson.
4. Donasi dan Hubungan Akademik: Epstein menyumbang jutaan dolar ke Harvard, dan bertemu dengan ilmuwan seperti Stephen Hawking di pulau pribadinya. Ada tuduhan tak terbukti tentang βorgyβ melibatkan Hawking.
5. Hadiah dan Koneksi Bisnis: Epstein mengirim hadiah mewah seperti tas Hermès dan poin Amex senilai jutaan kepada Kathryn Ruemmler, mantan penasihat Gedung Putih.
6. Diagram Lingkaran Dalam: Menggambarkan rekan dekat seperti Les Wexner dan Jean-Luc Brunel (yang bunuh diri di penjara), tapi banyak nama di-redaksi.
7. Kesalahan Redaksi: Rilis 2026 secara tidak sengaja mengungkap nama 43 korban dan foto telanjang perempuan muda, memicu kritik atas pelanggaran privasi.
8. Hubungan dengan Tokoh Politik: Email menunjukkan Epstein mendanai proyek akademik dan memberikan nasihat hukum, termasuk ke Woody Allen dan Richard Branson.
9. Daftar Tuduhan Trump: FBI menyusun daftar tuduhan pelecehan seksual terkait Trump pada 2025, bagian dari file yang dirilis.
10. Tidak Ada Dakwaan Baru: Meski mengerikan, DOJ menyatakan tidak ada dasar untuk penuntutan baru berdasarkan file ini.