JAKARTA – Memilih jurusan kuliah sering kali menjadi salah satu keputusan paling membingungkan bagi siswa SMA atau lulusan baru. Banyak yang akhirnya salah jurusan karena terburu-buru, ikut-ikutan teman, atau hanya melihat nama jurusan yang terdengar keren. Padahal, Menurut ahli Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF) yang dikutip dari detikedu, Irene Guntur menyebutkan bahwa sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan.
- 1. Kenali Minat Mendalam, Bukan Sekadar Hobi Sementara
- 2. Jujur dan Realistis dengan Kemampuan Akademik
- 3. Telusuri Isi jurusan Secara Detail, Jangan Hanya Terpikat Nama
- 4. Pahami Prospek kerja, Tapi Jangan Jadikan Satu-satunya Patokan
- 5. Sesuaikan dengan Kepribadian dan Gaya Bekerja
- 6. Hindari Memilih Karena Ikut-ikutan atau Tren Semata
- 7. Manfaatkan Tes Minat Bakat Sebagai Alat Bantu Awal
- 8. Ngobrol Langsung dengan Mahasiswa Senior atau Alumni
- 9. Pertimbangkan Kondisi Finansial, Lokasi, dan Dukungan Keluarga
- 10. Percaya Pada Proses dan Siap Beradaptasi
Berikut 10 panduan sederhana yang bisa kamu jadikan acuan supaya pilihan jurusanmu lebih tepat sasaran, sesuai minat, kemampuan, serta prospek masa depan:
1. Kenali Minat Mendalam, Bukan Sekadar Hobi Sementara
Hobi memang bisa menjadi petunjuk awal, tapi minat yang sejati biasanya lebih tahan lama dan membuatmu rela menghabiskan waktu lama untuk mempelajarinya. Coba tanyakan pada diri sendiri apa isu atau topik apa yang selalu bikin penasaran, ingin tahu lebih dalam, bahkan rela mencari tahu sendiri di luar pelajaran sekolah? Misalnya, jika kamu selalu antusias membaca berita teknologi atau mencoba coding sederhana, itu bisa jadi sinyal kuat menuju jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer.
2. Jujur dan Realistis dengan Kemampuan Akademik
Tidak perlu malu mengakui kekuatan dan kelemahan diri. Buka rekam jejak nilai rapor dan lihat mata pelajaran apa yang secara konsisten kamu kuasai dengan baik? Jurusan Kedokteran atau Teknik mungkin menarik, tapi jika Matematika dan Fisika sering jadi momok, pertimbangkan ulang atau siapkan usaha ekstra. Realistis di awal jauh lebih baik daripada terpaksa pindah jurusan atau drop out di tengah jalan.
3. Telusuri Isi jurusan Secara Detail, Jangan Hanya Terpikat Nama
Nama jurusan sering kali menipu. “Manajemen” terdengar umum dan aman, tapi isinya bisa sangat berbeda antar kampus. Buka situs resmi universitas, baca kurikulum, daftar mata kuliah, silabus, hingga tugas akhir yang biasa diberikan. Apakah kamu siap menghadapi banyak hitungan, presentasi, kerja lapangan, atau riset laboratorium? Langkah ini mencegah kaget di semester 1-2.
4. Pahami Prospek kerja, Tapi Jangan Jadikan Satu-satunya Patokan
Di era 2026 ini, jurusan seperti Teknik Informatika, Data Science, Kesehatan (Keperawatan/Kedokteran), dan Teknik berkaitan energi terbarukan masih sangat dibutuhkan. Namun, ingat jurusan hanyalah pintu masuk. Prospek kerja juga sangat ditentukan oleh skill tambahan seperti bahasa Inggris, sertifikasi digital, pengalaman magang, dan kemampuan soft skill. Jadi, jangan takut memilih jurusan “kurang populer” selama kamu punya rencana pengembangan diri yang jelas.
5. Sesuaikan dengan Kepribadian dan Gaya Bekerja
Apakah kamu tipe yang suka kerja lapangan, bertemu orang banyak, atau lebih nyaman di balik layar komputer? Senang bekerja tim atau lebih suka mandiri? Jurusan Psikologi atau Ilmu Komunikasi cocok untuk yang ekstrovert dan suka interaksi sosial, sementara Akuntansi atau Sistem Informasi lebih pas untuk yang teliti dan suka rutinitas terstruktur.
6. Hindari Memilih Karena Ikut-ikutan atau Tren Semata
Jurusan populer seperti Kedokteran, Hukum, atau Teknik Informatika memang ramai peminat, tapi bukan berarti cocok untuk semua orang. Kuliah adalah perjalanan 4 tahun (atau lebih) yang kamu jalani sendiri, bukan teman-temanmu. Pilihan yang terlihat bergengsi di mata orang lain belum tentu membuatmu bahagia dan sukses.
7. Manfaatkan Tes Minat Bakat Sebagai Alat Bantu Awal
Tes seperti RIASEC (Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, Conventional) yang tersedia gratis. Tes ini dapat memberi gambaran potensi diri. Tes ini bukan penentu mutlak, tapi sering kali membantu membuka mata terhadap kemungkinan yang selama ini terlewat.
8. Ngobrol Langsung dengan Mahasiswa Senior atau Alumni
Brosur kampus biasanya indah, tapi cerita jujur dari “orang dalam” jauh lebih berharga. Tanyakan pengalaman kuliah sehari-hari, kesulitan yang dihadapi, sampai bagaimana mereka mendapatkan pekerjaan pertama. Bisa lewat media sosial, grup alumni, atau acara open house kampus.
9. Pertimbangkan Kondisi Finansial, Lokasi, dan Dukungan Keluarga
Biaya kuliah, biaya hidup di kota tujuan, serta dukungan orang tua sangat menentukan. Jurusan impian di luar kota mungkin sulit dijalani jika tidak ada dana pendukung. Pilih opsi yang realistis agar proses kuliah berjalan lancar tanpa beban berat.
10. Percaya Pada Proses dan Siap Beradaptasi
Tidak ada pilihan yang sempurna 100%. Banyak orang sukses di bidang yang berbeda dari jurusan kuliahnya karena mereka terus belajar dan mengembangkan diri. Yang terpenting adalah komitmen untuk belajar, beradaptasi, dan mengambil peluang setelah memilih. Jika ternyata kurang cocok, masih ada jalur pindah jurusan, double degree, atau bahkan karir lintas bidang.Memilih jurusan kuliah memang bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan panjang.
