JAKARTA — Bersendawa setelah makan sering dipandang sebagai hal yang kurang sopan di Indonesia dan banyak negara Barat. Namun, di berbagai belahan dunia, kebiasaan ini justru memiliki makna positif.
Sendawa biasanya diartikan sebagai tanda bahwa makanan benar-benar nikmat, perut sudah kenyang, dan tamu merasa puas dengan hidangan yang disajikan. Tradisi ini menjadi salah satu cara menunjukkan penghargaan kepada juru masak atau tuan rumah secara langsung dan jujur.
Berikut adalah 11 negara di mana bersendawa setelah makan diterima bahkan dianggap sebagai bentuk kesopanan dalam konteks budaya tertentu:
1. Korea Selatan
Di Korea Selatan, bersendawa setelah makan sering terlihat saat makan bersama keluarga atau teman. Kebiasaan ini dianggap sebagai tanda bahwa hidangan benar-benar lezat. Untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada tukang masak, biasanya orang Korea akan mengatakan “Jal meokgeosseumnida”, yang berarti “Saya sudah makan dengan sangat baik.”
2. India
Di India, bersendawa setelah makan merupakan hal yang umum di kalangan masyarakat biasa. Ini menunjukkan bahwa makanan telah dinikmati sepenuhnya dan membuat perut terasa nyaman. Meski demikian, di lingkungan formal atau kalangan atas, kebiasaan ini biasanya dihindari demi menjaga kesopanan.
3. Bahrain
Di Bahrain, sendawa setelah makan sering diartikan sebagai ucapan terima kasih kepada juru masak. Suara tersebut menjadi sinyal bahwa tamu sudah kenyang dan sangat menikmati sajian yang disajikan. Tradisi ini cukup dikenal di beberapa negara Teluk.
4. China
Di China, bersendawa setelah makan dianggap sebagai tanda bahwa makanan sangat disukai. Kebiasaan ini sering disertai dengan suara menyeruput mie atau sup yang juga menunjukkan antusiasme dan kepuasan. Di banyak keluarga tradisional, hal ini justru diterima sebagai bagian dari pengalaman makan yang menyenangkan.
5. Jerman
Di Jerman, bersendawa setelah makan bisa dianggap sebagai tanda kepuasan, terutama saat bertamu. Ada cerita yang mengaitkannya dengan Martin Luther yang konon pernah bertanya mengapa tamu tidak bersendawa jika makanan enak.
6. Kanada
Di Kanada, bersendawa kadang dihubungkan dengan ekspresi terima kasih kepada juru masak, terutama dalam situasi informal. Meskipun tidak seumum di Asia, kebiasaan ini muncul di kalangan tertentu dan bahkan ada acara kompetisi sendawa di beberapa tempat sebagai hiburan.
7. Mesir
Di Mesir, bersendawa dengan suara setelah makan sering dianggap sebagai etiket yang baik. Sendawa keras bahkan disebut sebagai pujian tertinggi kepada tuan rumah karena menandakan tamu benar-benar puas dan menikmati hidangan secara maksimal.
8. Turki
Di beberapa daerah Turki, terutama di lingkungan tradisional dan pedesaan, bersendawa setelah makan dipandang sebagai penghormatan kepada yang memasak. Ini menunjukkan bahwa makanan sangat lezat dan tamu telah menikmatinya hingga puas.
9. Taiwan
Taiwan memiliki pandangan serupa dengan China daratan. Bersendawa setelah makan dianggap sebagai sinyal bahwa hidangan sangat nikmat dan perut sudah terasa nyaman. Kebiasaan ini masih cukup diterima di banyak keluarga dan restoran tradisional.
10. Arab Saudi
Di Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah lainnya, bersendawa setelah makan bisa menjadi cara menyatakan rasa terima kasih atas hidangan. Tradisi ini menandakan bahwa tamu telah kenyang dan menghargai usaha tuan rumah dalam menyajikan makanan.
11. Togo
Di Togo, negara di Afrika Barat, sendawa kecil setelah makan dipandang sebagai tanda sopan santun dan kepuasan. Kebiasaan ini sering muncul dalam acara makan bersama yang bersifat sangat sosial dan berlangsung lama.
Kebiasaan bersendawa ini menunjukkan betapa beragamnya cara masyarakat di dunia mengekspresikan kepuasan dan penghargaan dalam konteks makan bersama. Apa yang dianggap tidak sopan di satu budaya bisa menjadi bentuk pujian tulus di budaya lain.
