JAKARTA – Seluruh halte Transjakarta dan stasiun MRT Jakarta yang sempat rusak akibat kericuhan demonstrasi pada 28–30 Agustus 2025 telah selesai diperbaiki.
Pemerintah Provinsi Jakarta mengumumkan bahwa tarif layanan Transjakarta dan MRT kembali normal mulai Senin (8/9/2025), setelah sepekan menerapkan tarif khusus Rp1 sebagai kompensasi atas gangguan layanan.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan pengoperasian kembali Halte Transjakarta Jaga Jakarta di Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (8/9/2025). Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas cepatnya pemulihan fasilitas transportasi publik pasca-kerusuhan.
“Saya bersyukur sekali bahwa seperti apa yang saya sampaikan, tidak lebih dari tujuh hari, sudah normal kembali, dan hari ini mohon maaf, tarifnya juga sudah normal kembali,” ujar Pramono.
Pemulihan Cepat Fasilitas Publik
Kerusuhan yang terjadi akhir Agustus lalu menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas transportasi, termasuk Halte Transjakarta Polda Metro Jaya, Halte Bundaran Senayan, dan Stasiun MRT Istora Mandiri.
Total kerugian akibat kerusakan infrastruktur publik mencapai Rp80 miliar, meliputi perbaikan halte, stasiun MRT, jembatan penyeberangan orang (JPO), dan kamera CCTV.
Pemprov DKI Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, memprioritaskan perbaikan dua JPO yang rusak parah, yakni JPO Polda Metro Jaya dan JPO Senen.
Perbaikan halte dan stasiun MRT dilakukan bertahap, dengan fokus pada kerusakan ringan terlebih dahulu mulai 1 September 2025, diikuti perbaikan kerusakan sedang dan berat yang rampung sesuai target pada 8–9 September 2025.
Layanan Kembali Optimal
Pramono memastikan bahwa seluruh layanan transportasi publik di Jakarta, termasuk Transjakarta, MRT, LRT, dan Mikrotrans, kini telah beroperasi normal.
“Hari ini seluruh aktivitas transportasi di Jakarta sudah normal semuanya, termasuk halte yang ada di Polda Metro Jaya, kemudian di Stasiun MRT Istora Mandiri, dan semuanya sudah normal kembali,” katanya.
Selama masa perbaikan, Pemprov DKI menerapkan tarif Rp1 untuk Transjakarta, MRT, dan LRT mulai 31 Agustus hingga 7 September 2025 sebagai bentuk kompensasi kepada masyarakat.
Kebijakan ini disambut positif oleh warga, meskipun beberapa halte seperti Halte Senayan Bank DKI dan Gerbang Pemuda sempat dialihkan rutenya karena masih dalam perbaikan.
Semangat Gotong Royong Warga Jakarta
Keberhasilan pemulihan cepat ini tidak lepas dari kerja sama antara Pemprov DKI, aparat keamanan, dan dukungan masyarakat. Pramono menyoroti semangat gotong royong warga Jakarta melalui gerakan “Jaga Jakarta” yang kini menginspirasi daerah lain di Indonesia, seperti “Jaga Surabaya” dan “Jaga Kediri”.
“Inilah kekuatan kebersamaan warga Jakarta,” ujarnya.
Dengan kembalinya operasional normal, warga Jakarta kini dapat kembali menikmati layanan transportasi publik yang nyaman dan aman. Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga fasilitas publik agar tetap berfungsi optimal demi mobilitas kota yang lebih baik.
