Suasana haru dan duka menyelimuti kawasan Bukit Mongkrang, lereng selatan Gunung Lawu, saat operasi pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus (26) resmi dihentikan setelah 13 hari tanpa hasil, Sabtu (31/1/2026) sore. Pencarian intensif yang melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai instansi kini tak lagi menemukan petunjuk keberadaan pendaki asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu itu.
Sejak dilaporkan hilang oleh rekan-rekannya pada 18 Januari 2026, ratusan personel SAR — termasuk Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Perhutani, serta relawan — terus melakukan penyisiran dari jalur pendakian hingga titik-titik terpencil di kawasan Bukit Mongkrang. Namun, hingga hari terakhir pencarian, tidak satu pun jejak jelas ditemukan yang mengarah ke lokasi korban.
“Operasi ini sudah diperpanjang dua kali dan berjalan selama 13 hari. Kami telah menyusuri seluruh areal mulai dari puncak hingga pos pintu masuk, termasuk jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, tetapi hasilnya nihil,” ujar Basuki, Kasubsie Operasi Kantor SAR Surakarta, kepada wartawan di posko pencarian.
Tim SAR yang dibagi dalam 16 Search and Rescue Unit (SRU) dan melibatkan sekitar 270 personel sempat mengerahkan drone, tim penyelam di aliran sungai kecil, serta pencarian vertikal di tebing-tebing terjal. Namun, tidak ada barang milik korban — seperti baju, sepatu, atau ponsel — yang ditemukan di sepanjang jalur pencarian.
Kronologi & Hambatan Pencarian
Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, Yasid mulai mendaki bersama tiga rekannya pada pagi hari 18 Januari 2026 dan tiba di puncak Bukit Mongkrang sekitar pukul 08.00 WIB. Namun saat perjalanan turun, rombongan terpisah di sekitar Pos 3, dan Yasid tidak pernah kembali ke basecamp.
Rekan-rekannya segera melaporkan kondisi tersebut pada sore harinya, sehingga tim SAR gabungan segera diaktifkan pada hari berikutnya. Selama operasi, tim sering menghadapi kondisi medan terjal serta vegetasi yang sangat rapat, menyulitkan upaya pencarian. Tim juga sempat mencium bau menyengat di bawah jurang Pos 3, namun setelah ditelusuri, bau tersebut bukan berasal dari korban.
Suasana Posko dan Reaksi Keluarga
Sabtu (31/1) sore, kepala operasi SAR Tri Puji Susilo mengumumkan penghentian pencarian setelah evaluasi menyeluruh. Pengumuman tersebut disampaikan di hadapan keluarga, relawan, dan sejumlah pejabat setempat. Tangis haru pun pecah saat tim SAR menyampaikan permohonan maaf atas belum berhasilnya menemukan Yasid.
“Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berusaha semaksimal mungkin,” ucap salah satu anggota keluarga dengan suara bergetar, seraya meminta doa agar suatu saat Yasid kembali dalam keadaan baik. Meski pencarian ditutup, lokasi masih dalam monitoring pasif, dan operasi dapat dibuka kembali jika ada tanda-tanda baru ditemukan.