JAKARTA – Grup boyband baru bernama 1VERSE resmi meluncurkan debut global mereka pada Jumat tengah malam dengan EP perdana bertajuk The 1st Verse. Grup beranggotakan lima pria berusia 20-an dari Korea Utara, Jepang, dan Amerika Serikat itu merilis tiga lagu termasuk single debut mereka berjudul Shattered.
Video musik untuk Shattered, yang menampilkan gaya visual stroboskopik serta riasan dan tata rambut penuh gaya, dijadwalkan rilis di hari yang sama.
Nama-nama yang membentuk 1VERSE adalah Hyuk, Seok, Aito, Nathan, dan Kenny. Dua di antara mereka, Hyuk dan Seok, merupakan pembelot dari Korea Utara. Hyuk berasal dari Kyongsong, Korea Utara, dan sejak 2013 menetap di Korea Selatan. Kini, ia menikmati kebebasan mengekspresikan bakatnya serta hal mendasar seperti makan tiga kali sehari.
Ia mengenang masa kecil yang penuh kelaparan dan kerja keras sejak usia sembilan tahun. “Setelah saya ketahuan mencuri, saya dipukuli hingga berdarah. Saya sangat lapar dan secara naluriah hanya berpikir untuk bertahan hidup,” tuturnya kepada Reuters di studio mereka di Seoul, dilansir dari Reuters, Sabtu (19/7/2025).
Setelah pandemi COVID-19, pengawasan pemerintah Korea Utara terhadap warganya semakin ketat. Seorang pejabat PBB yang menyelidiki pelanggaran HAM di negara tersebut menyatakan bahwa eksekusi, kerja paksa, dan kelaparan masih terus terjadi.
Hyuk melarikan diri ke China saat masih anak-anak, dibantu seorang perantara yang diatur oleh ibunya yang telah lebih dulu menetap di Korea Selatan. Meski kini hidup lebih aman, Hyuk tak melupakan beratnya keputusan meninggalkan tanah kelahiran.
“Saya lapar dan lelah, tapi saya bahagia dikelilingi orang-orang yang saya sukai, dan itu membuat saya awalnya enggan datang ke sini,” ujarnya.
Lagu Shattered, kata Hyuk, adalah refleksi emosional atas kabar kematian ayahnya yang masih berada di Korea Utara.
Rekan satu grupnya, Seok, berasal dari kota dekat perbatasan dengan China. Ia mengenal musik K-pop lewat teman yang membagikan video melalui pemutar media portabel, termasuk lagu legendaris “Gangnam Style” milik Psy.
Seok melarikan diri bersama ayah dan neneknya saat berusia 20 tahun. Laporan terkini menunjukkan bahwa otoritas Korea Utara semakin gencar memberantas konsumsi budaya Korea Selatan, termasuk menjatuhkan hukuman kerja paksa kepada remaja yang menonton K-pop.
Michelle Cho, produser sekaligus CEO label Singing Beetle yang menaungi 1VERSE, mengatakan ingin menghadirkan grup yang lebih otentik di tengah industri K-pop yang kerap tampil sempurna. “Siapa yang tak suka cerita seseorang dari latar sederhana yang mengejar mimpi, apalagi di K-pop?” ujarnya.
Meski berasal dari berbagai latar, para anggota merasa punya banyak kesamaan. “Maksudku, bukankah ini menyenangkan? Grup kami ini jenis global yang unik,” kata Kenny, anggota berdarah Tionghoa-Amerika.
Hyuk berharap perhatian terhadap kisah hidup mereka tak mengalahkan kualitas musik yang mereka usung. “Saya ingin menjadi idola yang membawa energi dan pesan untuk menyemangati banyak orang, bahwa mereka tidak sendirian dan ada orang seperti saya,” tutupnya.
