Konsulat dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok melayangkan imbauan resmi kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Thailand untuk meningkatkan kewaspadaan penuh. WNI diminta memantau secara berkala prakiraan cuaca serta kondisi akses jalan guna mengantisipasi dampak luapan banjir yang meluas di negara tetangga tersebut.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul rilis resmi Badan Meteorologi Thailand (TMD) yang memproyeksikan cuaca ekstrem—termasuk badai petir, angin kencang, dan curah hujan tinggi—di sejumlah wilayah mulai 4 hingga 7 Oktober 2026.
Pihak KBRI Bangkok meminta WNI untuk menghindari kawasan genangan air maupun area terbuka, serta menyiagakan perlengkapan logistik darurat mandiri.
“Dalam kondisi darurat, warga negara Indonesia dapat segera menghubungi hotline KBRI Bangkok di nomor +66 92 903 1103 dan +66 96 192 3237,” tulis pernyataan KBRI Bangkok.
Selain layanan internal, KBRI juga menyiagakan daftar kontak darurat nasional dan otoritas lokal Bangkok bagi WNI yang memerlukan bantuan evakuasi.
Satu WNI Sempat Terjebak, 24 Orang Dilaporkan Meninggal
Bencana banjir yang melanda berbagai wilayah Thailand sejak pertengahan September lalu tercatat telah menelan 24 korban jiwa. Banjir mengepung wilayah Bangkok beserta 29 provinsi lainnya, menimpa lebih dari 1,12 juta rumah tangga atau sekitar 3,19 juta jiwa.
Data citra satelit Badan Pengembangan Teknologi Geoinformatika dan Antariksa Thailand menunjukkan sekitar 273.600 hektar daratan masih terendam banjir hingga saat ini.
KBRI Bangkok mengonfirmasi sempat menangani laporan WNI yang terdampak banjir pada 28 September lalu. Seorang WNI dilaporkan terisolasi di dalam hotel akibat akses jalan di sekitar akomodasi terendam air.
“KBRI telah menjalin komunikasi intensif dengan yang bersangkutan dan memastikan kondisi WNI tersebut dalam keadaan aman,” lanjut rilis tersebut.
Meski ancaman badai susulan membayangi pekan depan, juru bicara pemerintah Thailand, Ekkapob Pianpises, menyampaikan bahwa intensitas hujan mulai menyurut di sebagian besar wilayah, kecuali kawasan selatan bagian bawah.
Pemerintah Thailand mengklaim kondisi tata kelola air secara umum “masih terkendali” dan belum mengarah pada krisis banjir baru. Kendati demikian, kewaspadaan penuh tetap menjadi prioritas utama bagi warga lokal maupun masyarakat asing yang bermukim di sana.