JAKARTA — Selama menjalankan ibadah puasa Ramadan yang sebentar lagi akan dijalani umat Muslim, tubuh akan tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Hal ini membuat kaum muslim harus menyesuaikan aktivitas olahraga yang biasa mereka lakukan.
Mengutip The National News, Ahmed Al Sayed, trainer di Fitness First, menyebut ada empat waktu yang tepat untuk berolahraga saat puasa:
1. 90 Menit Sebelum Berbuka
Olahraga ringan sebelum berbuka memungkinkan tubuh segera kembali terhidrasi setelahnya, sekaligus memberikan manfaat latihan dalam kondisi perut kosong. Namun, jenis latihan yang dilakukan sebaiknya ringan, dengan fokus pada ketahanan, pengulangan, beban rendah, serta banyak peregangan. Waktu ini juga cocok untuk jalan cepat atau jogging ringan.
2. Setelah Makan Malam
Meski olahraga kardio cukup sulit dilakukan dalam kondisi perut kenyang, sekitar satu jam setelah berbuka puasa merupakan waktu yang tepat untuk latihan beban. Jika berencana berolahraga setelah makan, disarankan mengonsumsi sedikit makanan tambahan sebagai sumber energi dan memastikan asupan cairan yang cukup untuk rehidrasi.
3. Pukul 23.00 hingga 02.00 Dini Hari
Bagi para night owl, waktu antara pukul 23.00 hingga 02.00 dini hari menjadi pilihan ideal untuk berolahraga. Pada jam tersebut, makanan sudah tercerna dan tubuh telah terhidrasi dengan baik. Jika sebelumnya sempat beristirahat di sore hari, olahraga di waktu ini dinilai menguntungkan karena suhu udara lebih sejuk dan masih memungkinkan tidur beberapa jam sebelum sahur.
4. Pukul 03.00 hingga 04.00 Pagi
Sementara bagi penikmat pagi, waktu sebelum sahur bisa dimanfaatkan untuk berolahraga. Tubuh masih memiliki energi dari makan malam sebelumnya, namun perut dalam kondisi kosong. Selama berolahraga, tubuh bisa tetap terhidrasi, kemudian dilanjutkan makan sahur untuk mengisi kembali energi. Metode ini membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
Ketentuan Berolahraga Saat Puasa
Dokter spesialis olahraga, dr Andhika, menganjurkan bagi mereka yang ingin berolahraga di pagi hari saat puasa agar menghindari aktivitas yang menguras banyak keringat.
“Pilih olahraga yang nggak keringetan, misalnya nge-gym di ruangan ber-AC itu dikit lah keringetnya. Jadi, bisa tuh dikerjain pagi-pagi habis sahur,” tuturnya saat ditemui Detik di Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, kondisi tubuh menjelang atau setelah berbuka puasa umumnya masih terasa lemas. Karena itu, ia menyarankan memilih olahraga yang tidak membutuhkan banyak energi.
“Jangan terlalu ugal-ugalan karena gulanya sudah habis sepanjang hari nggak makan kan. Pilih yang easy-easy, seperti jalan santai, slow jogging, ya apa saja yang low density, itu nggak masalah,” ujar dr Andhika.
Ia menambahkan, waktu lain yang bisa dimanfaatkan adalah setelah berbuka puasa. Namun, masih banyak orang merasa bingung karena waktunya berdekatan dengan jadwal salat tarawih.
Untuk menyiasatinya, dr Andhika menyarankan agar tidak berlebihan saat berbuka.
“Itu supaya mengisi energi sedikit, dipakai untuk sholat Maghrib, ready latihan. Dapet setengah jam-an masih bisa,” ujarnya.