JAKARTA — Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan dan Cortina d’Ampezzo siap menjadi salah satu perhelatan olahraga terbesar dunia yang digelar di Italia. Ajang ini tidak hanya mempertandingkan atlet-atlet terbaik, tetapi juga menonjolkan pendekatan baru dalam penyelenggaraan event berskala internasional. Dengan mengusung prinsip keberlanjutan dan pemanfaatan fasilitas yang sudah ada, Olimpiade kali ini menawarkan kombinasi unik antara tradisi olahraga musim dingin dan inovasi modern.
Berikut lima fakta penting seputar persiapan dan keistimewaan event yang akan berlangsung pada 6-22 Februari 2026 tersebut:
1. Kombinasi Unik Dua Kota dengan Sejarah Berbeda
Milan dan Cortina d’Ampezzo menjadi tuan rumah bersama, menciptakan format yang jarang terjadi dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin. Milan, sebagai kota metropolitan yang terkenal dengan dunia mode, desain, dan teknologi, akan menjadi pusat upacara pembukaan serta sejumlah pertandingan indoor seperti ice hockey. Sementara itu, Cortina d’Ampezzo, kawasan pegunungan Alpen yang ikonik, menggelar cabang-cabang outdoor seperti ski alpine dan biathlon.
Pendekatan ini memadukan kemewahan kota besar dengan keindahan alam pegunungan, sekaligus menghidupkan kembali warisan Italia sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin keempat. Sebelumnya, Cortina pernah menjadi tuan rumah pada 1956, sementara Milan kali ini menjadi debutnya dalam Olimpiade Musim Dingin. Distribusi venue di berbagai wilayah juga membantu mengurangi beban lingkungan pada satu lokasi saja.
2. Cabang Olahraga Baru yang Menarik Generasi Muda
Olimpiade Musim Dingin 2026 menghadirkan total 116 nomor medali, termasuk beberapa cabang baru yang semakin populer. Salah satunya adalah ski mountaineering yang resmi masuk sebagai cabang olahraga medali untuk pertama kalinya. Cabang ini menggabungkan elemen ski dan pendakian gunung, menawarkan tantangan fisik ekstrem yang cocok dengan tren olahraga petualangan.
Selain itu, big air snowboarding terus mendapat tempat, sementara beberapa format baru di freestyle skiing dan luge doubles (untuk putri) juga ditambahkan. Perubahan ini bertujuan menyegarkan kompetisi serta menarik lebih banyak anak muda untuk mengenal dan mencintai olahraga musim dingin. Proporsi event putri juga mencapai rekor, dengan sekitar 53,4 persen nomor medali melibatkan atlet wanita atau format campuran.
3. Komitmen Kuat terhadap Keberlanjutan Lingkungan
Penyelenggara menjadikan aspek lingkungan sebagai prioritas utama. Sekitar 85-92 persen venue yang digunakan merupakan fasilitas yang sudah ada atau bersifat sementara, sehingga meminimalkan pembangunan baru yang berpotensi merusak alam. Penggunaan listrik 100 persen dari sumber terbarukan, pengelolaan limbah secara sirkular, serta target daur ulang 80 persen kemasan menjadi bagian dari strategi.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait kebutuhan salju buatan yang mencapai jutaan meter kubik akibat perubahan iklim. Di wilayah pegunungan, inovasi teknologi pembuatan salju dan mobilitas rendah karbon diterapkan untuk menjaga kualitas kompetisi. Upaya ini menjadikan Milan-Cortina 2026 sebagai salah satu Olimpiade Musim Dingin paling ramah lingkungan sejauh ini, sekaligus memberikan contoh bagi event olahraga global mendatang.
4. Inovasi Teknologi dalam Penyelenggaraan
Event ini memanfaatkan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman semua pihak. Sistem manajemen energi pintar di venue, aplikasi digital untuk akses informasi pertandingan secara real-time, serta transportasi terintegrasi menjadi sorotan. Pemantauan kesehatan atlet dan koordinasi logistik juga didukung teknologi mutakhir.
Pendekatan ini tidak hanya memperlancar jalannya kompetisi, tetapi juga menunjukkan kemajuan Italia di bidang event management berkelanjutan. Infrastruktur transportasi ditingkatkan untuk memudahkan perpindahan antarvenue, termasuk kereta dan opsi ramah lingkungan, sehingga penonton dan atlet dapat menikmati akses yang lebih baik tanpa mengorbankan kenyamanan.
5. Anggaran Terkendali dan Warisan Jangka Panjang
Biaya operasional Olimpiade ini mencapai sekitar 1,7 miliar euro (sekitar Rp 30 triliun lebih), dengan tambahan investasi infrastruktur dari pemerintah. Fokus utama adalah menghindari pemborosan dan memastikan setiap pembangunan memberikan manfaat berkelanjutan. Fasilitas baru seperti arena ice hockey di Milan dirancang untuk terus digunakan pasca-event, misalnya sebagai pusat olahraga masyarakat atau hunian mahasiswa.
Di kawasan pegunungan, peningkatan akses dan fasilitas wisata diharapkan mendorong ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan serta peluang kerja baru. Warisan ini mencakup peningkatan daya tarik wilayah Alpen Italia, promosi olahraga musim dingin, serta model penyelenggaraan event besar yang lebih bertanggung jawab secara finansial dan lingkungan.
Dengan berbagai persiapan matang tersebut, Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan momentum untuk menunjukkan harmoni antara tradisi, inovasi, dan tanggung jawab terhadap alam. Antusiasme masyarakat lokal maupun internasional terus meningkat, didukung penyebaran informasi melalui berbagai platform. Event ini diprediksi meninggalkan dampak positif jangka panjang bagi Italia dan dunia olahraga secara keseluruhan.