JAKARTA — Tiga hari lagi, Hari Valentine atau yang lebih dikenal sebagai Hari Kasih Sayang akan dirayakan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Di balik kemeriahan hadiah cokelat, bunga, dan kartu ucapan, terdapat kisah panjang yang berakar dari tradisi kuno hingga legenda agama.
Berikut lima fakta sejarah menarik mengenai Hari Valentine:
1. Berawal dari Kisah Santo Valentinus, Seorang Martir Abad ke-3
Perayaan ini diyakini berasal dari penghormatan kepada Santo Valentinus, seorang imam di Roma pada masa Kekaisaran Romawi. Menurut legenda populer, ia menentang perintah Kaisar Claudius II yang melarang pria muda menikah karena dianggap lebih tangguh sebagai prajurit jika masih lajang.
Santo Valentinus justru diam-diam menikahkan pasangan-pasangan muda. Tindakan ini membuatnya ditangkap, disiksa, dan akhirnya dieksekusi pada 14 Februari sekitar tahun 269 M. Gereja Katolik kemudian menetapkan tanggal tersebut sebagai hari peringatan atas kemartirannya.
2. Tanggal 14 Februari Dipilih karena Hari Wafat Sang Santo
Catatan sejarah menunjukkan bahwa 14 Februari menjadi hari khusus sejak abad ke-5, tepatnya ketika Paus Gelasius I secara resmi mengakui peringatan Santo Valentinus. Beberapa sumber menyebut ada lebih dari satu tokoh bernama Valentinus yang menjadi martir pada periode yang sama, termasuk seorang uskup dari Terni, Italia. Namun, kisah imam Roma yang memberontak terhadap larangan pernikahan paling banyak dikenal dan menjadi dasar tradisi modern.
3. Ada Kaitan dengan Festival Romawi Kuno Bernama Lupercalia
Sejumlah sejarawan menghubungkan perayaan ini dengan Lupercalia, sebuah festival pagan di Roma kuno yang digelar sekitar pertengahan Februari, tepatnya 15 Februari. Festival tersebut merayakan kesuburan dan musim semi dengan berbagai ritual, termasuk penyembelihan hewan serta tradisi yang melibatkan pemuda dan wanita.
Pada akhir abad ke-5, Gereja Katolik menggantikan perayaan pagan itu dengan hari raya Kristen untuk mengurangi pengaruh tradisi lama. Meski tidak identik, kedekatan tanggal ini sering menjadi bahan diskusi tentang transformasi budaya dari pagan ke Kristen.
4. Tradisi Kartu Ucapan Lahir dari Frasa “From Your Valentine”
Salah satu cerita paling romantis menyebutkan bahwa sebelum dieksekusi, Santo Valentinus sempat menulis surat kepada putri sipir penjaranya, yang konon disembuhkan penglihatannya oleh sang santo. Surat itu ditandatangani dengan kalimat “From Your Valentine” sebagai ungkapan kasih sayang terakhir.
Kisah ini, meski banyak dianggap sebagai tambahan legenda pada abad ke-18, menjadi cikal bakal tradisi mengirim kartu ucapan cinta. Praktik ini semakin berkembang di Inggris dan Prancis pada abad ke-18, di mana orang-orang mulai bertukar kartu, bunga, serta permen sebagai bentuk ekspresi perasaan.
5. Makna Romantis Baru Muncul pada Abad Pertengahan
Awalnya, peringatan ini murni bersifat religius untuk menghormati martir. Baru pada Abad Pertengahan, sekitar abad ke-14 dan ke-15, Hari Valentine mulai dikaitkan dengan cinta romantis. Penyair Inggris Geoffrey Chaucer berperan besar dalam hal ini melalui karyanya yang mengaitkan tanggal 14 Februari dengan musim kawin burung-burung.
Gagasan cinta bahaduri yang sedang populer saat itu turut memperkuat asosiasi ini. Sejak saat itulah perayaan bergeser dari nuansa religius menjadi simbol kasih sayang antarmanusia, lengkap dengan elemen seperti Cupid, hati merah, dan burung dara yang kita kenal sekarang.
