Kerajaan bisnis Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew, dilaporkan tengah berada di ambang keruntuhan. Dokumen resmi dari Companies House mengungkap bahwa enam perusahaan yang terkait dengan sang mantan Duchess of York ini akan segera dibubarkan (likuidasi).
Ferguson tercatat sebagai direktur di keenam lini bisnis tersebut. Jika tidak ada pembelaan hukum yang diajukan dalam sepuluh hari ke depan, nama-nama perusahaan ini akan dihapus permanen dari daftar resmi Inggris.
Meskipun klasifikasi bisnisnya beragam—mulai dari hubungan masyarakat (PR) hingga ritel—perusahaan-perusahaan ini diketahui tidak aktif secara komersial. Keenam entitas tersebut adalah:
-
S Phoenix Events
-
Fergie’s Farm
-
La Luna Investments
-
Solamoon Ltd
-
Philanthrepreneur Ltd
-
Planet Partners Productions Ltd
Bayang-Bayang Skandal Jeffrey Epstein
Langkah penutupan ini terjadi di tengah mencuatnya kembali fakta mengejutkan dari “File Epstein”. Korespondensi email antara Ferguson dan sang terpidana pedofilia, Jeffrey Epstein, mengungkap sisi rapuh kehidupan finansial sang Duchess.
Dalam rangkaian email tersebut, Ferguson secara blak-blakan meminta saran keuangan kepada Epstein untuk mengatasi tumpukan utangnya yang mencapai £6 juta (sekitar Rp118 miliar). Saat itu, Epstein sendiri masih mendekam di penjara atas kasus prostitusi anak di bawah umur.
“Saya hampir gila karena kelelahan,” tulis Ferguson dalam salah satu dokumen, yang menunjukkan betapa besarnya tekanan mental dan ekonomi yang ia alami kala itu.
Meskipun namanya tercantum dalam file tersebut, juru bicara Ferguson menegaskan bahwa hal itu bukan berarti sang Duchess melakukan tindak kriminal.
Ganti Identitas dan Bisnis yang Tersisa
Menariknya, dokumen resmi menunjukkan bahwa akhir tahun lalu Ferguson mengubah detail identitasnya di seluruh perusahaan tersebut; dari nama gelar “Sarah Duchess of York” menjadi nama pribadinya, “Sarah Margaret Ferguson”.
Saat ini, ia hanya menyisakan tiga bisnis aktif:
-
Ginger and Moss: Merek gaya hidup yang menjual teh dan perhiasan.
-
Coat: Rumah produksi film.
-
Librasol: Entitas yang bergerak di bidang kreasi artistik.
Penutupan massal perusahaan yang sudah berdiri lebih dari satu dekade ini menandai babak baru dalam upaya Ferguson untuk merestrukturisasi hidupnya di tengah sorotan publik yang tak kunjung padam.