Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas intens dengan delapan kali letusan pada Selasa (25/11/2025) dini hari hingga pagi. Letusan terakhir terjadi pukul 05.33 WIB, memuntahkan kolom abu hingga 1.000 meter di atas puncak. Merespons situasi darurat ini, berbagai pihak bergerak cepat membantu warga Lumajang yang terdampak.
Bantuan Pangan untuk Pengungsi
Perum Bulog menyalurkan 200 paket bantuan pangan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk pengungsi yang tersebar di SMPN 2 Pronojiwo dan SDN 04 Supiturang. Setiap paket berisi beras 5 kg, gula 1 kg, dan minyak goreng 1 liter. Selain itu, Bulog juga mengeluarkan 1.200 kg beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) untuk kebutuhan dapur umum di posko pengungsian.
“Kami bergerak cepat agar kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” ujar Wakil Pemimpin Bulog Jawa Timur, Sugeng Hardono.
Pertamina Patra Niaga turut menyalurkan 100 paket makanan, ratusan paket logistik, dan pakaian layak pakai ke sejumlah posko di Desa Pronojiwo.
Alat Berat Turun ke Lapangan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan pengerahan 8 ekskavator, 2 dozer, dan 2 loader untuk mempercepat pembersihan material vulkanik dan memperbaiki infrastruktur yang rusak. Prioritas utama adalah memperkuat tanggul Sungai Rejali di Desa Supiturang yang jebol sepanjang 300 meter dan mengancam Dusun Sumbersari.
“Hingga kemarin, tim sudah menutup dan menebalkan 150 meter dari total kerusakan,” jelas Khofifah.
Selain itu, sodetan dibuat untuk mengalihkan arus lahar dari sungai yang tertutup material vulkanik, serta normalisasi alur sungai dilakukan guna mencegah banjir lahar meluap ke permukiman.
Pemerintah Kabupaten Lumajang memperpanjang status tanggap darurat hingga 2 Desember 2025. Saat ini masih ada 645 pengungsi yang bertahan di dua posko utama. Erupsi terbaru ini menyebabkan tiga warga mengalami luka bakar, merusak 21 rumah, dan berdampak pada 204,63 hektare lahan pertanian.
