JAKARTA — Tanggal 9 Oktober menjadi saksi sejumlah peristiwa penting dalam sejarah dunia, mulai dari eksekusi tokoh revolusioner Ernesto “Che” Guevara di Bolivia, kelahiran legenda musik John Lennon, hingga penembakan aktivis pendidikan Malala Yousafzai di Pakistan. Pada tanggal yang sama pada 2004, Afghanistan juga menggelar pemilihan presiden langsung untuk pertama kalinya.
Rangkaian peristiwa tersebut mencerminkan perjalanan panjang dunia dalam menghadapi pergolakan politik, perkembangan demokrasi, perubahan budaya, hingga perjuangan memperjuangkan hak pendidikan.
1967: Che Guevara Dieksekusi di Bolivia
Ernesto “Che” Guevara dieksekusi oleh militer Bolivia pada 9 Oktober 1967, sehari setelah ia ditangkap dalam operasi militer di wilayah tersebut. Tokoh revolusioner kelahiran Argentina itu meninggal dunia pada usia 39 tahun setelah sebelumnya dikenal sebagai salah satu figur penting dalam Revolusi Kuba.
Guevara berperan dalam perjuangan revolusioner bersama Fidel Castro yang berhasil menggulingkan pemerintahan Fulgencio Batista di Kuba pada 1959. Setelah itu, ia berupaya mendorong gerakan revolusioner di negara lain sebagai bagian dari cita-citanya memperluas perjuangan antiimperialisme.
Pada 1965, Guevara meninggalkan Kuba untuk melanjutkan aktivitas revolusionernya di luar negeri. Setelah upayanya di Kongo-Kinshasa tidak membuahkan hasil, ia bergerak ke Bolivia untuk membangun gerilya.
Namun, perjuangannya di Bolivia berakhir setelah pasukan pemerintah menangkapnya. Operasi tersebut turut mendapat bantuan intelijen Amerika Serikat. Sehari kemudian, Guevara dieksekusi oleh militer Bolivia.
Kematiannya mengakhiri perjuangan gerilyanya di Bolivia, tetapi namanya tetap dikenal dalam sejarah sebagai salah satu simbol revolusi dan perlawanan politik pada abad ke-20.
1940: John Lennon Lahir di Liverpool
Jauh sebelum dikenal sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di dunia, John Winston Lennon lahir di Liverpool, Inggris, pada 9 Oktober 1940, ketika Perang Dunia II masih berlangsung.
Lennon kemudian dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, musisi, sekaligus aktivis perdamaian. Namanya melejit melalui The Beatles, kelompok musik Inggris yang menjadi salah satu fenomena terbesar dalam sejarah musik populer.
Bersama Paul McCartney, Lennon membentuk kemitraan penulisan lagu yang menghasilkan banyak karya populer. The Beatles tidak hanya meraih kesuksesan komersial, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan musik modern.
Setelah The Beatles bubar pada 1970, Lennon melanjutkan karier sebagai musisi solo. Salah satu karyanya yang paling dikenal adalah “Imagine”, lagu yang menyuarakan gagasan tentang perdamaian dan kehidupan tanpa sekat-sekat yang memisahkan manusia.
Namun, perjalanan hidup Lennon berakhir tragis pada 8 Desember 1980. Ia ditembak oleh Mark David Chapman di New York, Amerika Serikat, pada usia 40 tahun.
Hingga kini, Lennon dikenang melalui karya musik dan keterlibatannya dalam berbagai kampanye perdamaian.
2004: Afghanistan Gelar Pemilihan Presiden Langsung Pertama
Pada 9 Oktober 2004, Afghanistan menggelar pemilihan presiden langsung untuk pertama kalinya. Pemilu tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam proses politik negara itu setelah rezim Taliban kehilangan kekuasaan pada 2001.
Pemungutan suara berlangsung di tengah upaya Afghanistan membangun kembali pemerintahan setelah bertahun-tahun dilanda konflik. Sekitar 10 juta warga terdaftar sebagai pemilih dalam pemilihan tersebut.
Hamid Karzai, yang sebelumnya memimpin pemerintahan sementara Afghanistan, keluar sebagai pemenang dengan perolehan sekitar 55 persen suara. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi presiden terpilih melalui pemungutan suara langsung.
Pemilu 2004 menjadi bagian penting dari proses transisi politik Afghanistan. Meski demikian, perjalanan negara tersebut menuju stabilitas politik masih menghadapi berbagai tantangan setelah pemilihan berlangsung.
2012: Malala Yousafzai Ditembak karena Memperjuangkan Pendidikan
Pada 9 Oktober 2012, Malala Yousafzai, pelajar berusia 15 tahun asal Pakistan, ditembak oleh seorang anggota Taliban ketika berada di dalam bus sekolah di Lembah Swat.
Malala dikenal karena keberaniannya menyuarakan hak anak perempuan untuk memperoleh pendidikan. Sikap tersebut bertentangan dengan larangan yang diberlakukan kelompok militan Taliban terhadap pendidikan perempuan di sejumlah wilayah Pakistan.
Dalam serangan tersebut, Malala mengalami luka serius akibat tembakan di bagian kepala. Ia kemudian menjalani perawatan intensif dan berhasil selamat.
Peristiwa itu menarik perhatian internasional terhadap ancaman yang dihadapi Malala serta perjuangan anak perempuan untuk mendapatkan akses pendidikan. Setelah pulih, ia terus menyuarakan pentingnya pendidikan bagi anak-anak, terutama perempuan.
Perjuangannya kemudian mendapat pengakuan dunia. Pada 2014, Malala menerima Hadiah Nobel Perdamaian bersama Kailash Satyarthi. Penghargaan tersebut menjadikannya penerima Nobel termuda dalam sejarah.
Penembakan yang dialaminya tidak menghentikan aktivitas Malala. Sebaliknya, namanya semakin dikenal secara internasional sebagai salah satu tokoh yang memperjuangkan hak pendidikan anak.