Sebuah kota kecil terpencil di pegunungan Kanada diguncang tragedi penembakan sekolah paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir. Sedikitnya sembilan orang tewas dalam insiden yang terjadi di Tumbler Ridge, British Columbia, Selasa siang (10/2) waktu setempat.
Polisi menemukan enam orang tewas dan puluhan lainnya terluka saat tiba di sekolah menengah setempat. Satu korban tambahan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tak lama kemudian, aparat juga menemukan dua jenazah lain di sebuah rumah di wilayah kota tersebut, yang diduga kuat terkait dengan pelaku.
Pelaku penembakan ditemukan tewas di dalam sekolah akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri. Identitas pelaku telah diketahui pihak kepolisian, namun hingga Selasa malam belum diumumkan ke publik. Polisi juga belum memastikan apakah pelaku masih berstatus pelajar.
Dalam peringatan darurat yang dikirim ke ponsel warga, otoritas menyebut tersangka sebagai seorang perempuan berambut cokelat yang mengenakan gaun.
Korban Luka Diterbangkan ke Rumah Sakit
Dua korban dengan luka serius hingga mengancam jiwa diterbangkan menggunakan helikopter medis ke rumah sakit rujukan. Sekitar 25 orang lainnya dirawat di pusat kesehatan setempat.
Hingga kini, pihak kepolisian belum merilis identitas korban dan belum mengonfirmasi berapa banyak korban tewas yang merupakan anak-anak.
“Kami belum berada pada tahap untuk memahami mengapa atau apa yang mungkin memotivasi tragedi ini,” ujar Superintendent Ken Floyd, Komandan Distrik Utara Kepolisian Berkuda Kerajaan Kanada (RCMP) British Columbia.
“Kami mungkin akan kesulitan menjawab ‘mengapa’, tetapi kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi,” tambahnya.
Penembakan Massal yang Jarang Terjadi di Kanada
Penembakan massal tergolong jarang terjadi di Kanada, negara yang memiliki regulasi senjata api jauh lebih ketat dibandingkan Amerika Serikat. Insiden penembakan sekolah dengan skala sebesar ini bahkan hampir tidak pernah terjadi.
Data statistik nasional Kanada menunjukkan bahwa pada 2023, sekitar 38% kasus pembunuhan di negara tersebut melibatkan senjata api. Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat, 76% kasus pembunuhan berkaitan dengan senjata api.
Kepemilikan senjata di Kanada juga jauh lebih rendah. Riset Small Arms Survey mencatat terdapat sekitar 35 senjata api per 100 penduduk di Kanada, sementara di AS jumlahnya mencapai 121 senjata per 100 penduduk.
Kota Kecil yang Terpukul
Tumbler Ridge merupakan kota kecil berpenduduk sekitar 2.400 jiwa, terletak di kaki Pegunungan Rocky, sekitar 680 kilometer dari perbatasan Amerika Serikat. Kota ini dikenal sebagai komunitas yang erat dan saling mengenal satu sama lain.
“Saya mengenal setiap korban. Saya sudah tinggal di sini selama 19 tahun, dan kami adalah komunitas kecil,” ujar Wali Kota Tumbler Ridge, Darryl Krakowka. “Saya tidak menyebut mereka warga. Saya menyebut mereka keluarga.”
Sekolah menengah tempat kejadian hanya memiliki sekitar 175 siswa dari kelas 7 hingga 12.
Darian Quist, siswa kelas 12, menceritakan ia dan teman-temannya menghabiskan dua jam bersembunyi dan membarikade diri di dalam kelas sebelum polisi datang mengevakuasi mereka.
“Realitas dari semua ini mulai terasa,” katanya. “Saya yakin saya mengenal salah satu korban, tapi semuanya masih sangat baru dan sulit dipahami.”
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi komunitas kecil tersebut. Di tengah duka dan ketidakpastian, warga Tumbler Ridge kini mencoba memahami bagaimana peristiwa mengerikan itu bisa terjadi di kota yang selama ini dikenal damai.
