Pemerintah Indonesia bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menggelar rapat koordinasi di Madinah, Arab Saudi. Pertemuan ini difokuskan untuk membahas solusi atas permasalahan distribusi dan aktivasi kartu Nusuk, yang hingga kini masih belum sepenuhnya diterima dan diaktifkan oleh seluruh jemaah haji asal Indonesia.
Dari sekitar 90 ribu jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Tanah Suci, tercatat masih ada sekitar 35 ribu kartu Nusuk yang belum bisa diaktivasi. Kartu tersebut penting untuk akses layanan selama pelaksanaan ibadah haji. Selain membahas pendistribusian kartu, pertemuan ini juga digunakan sebagai momen evaluasi atas pelayanan yang telah diberikan sejak kedatangan kloter pertama pada 2 Mei 2025 lalu.
Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, menyebut bahwa koordinasi lintas negara ini sangat penting, mengingat kedua negara masih dalam tahap transisi menuju tata kelola haji yang lebih baik dan efisien. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah selama di Tanah Suci.