JAKARTA – Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional, sebuah momen bersejarah yang menjadi tonggak perjuangan menuju kemerdekaan.
Namun, di balik peringatan ini, ada pula peristiwa penting lainnya, seperti wafatnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, yang meninggalkan warisan besar bagi ibu kota.
Berikut kilas balik peristiwa bersejarah pada 20 Mei yang patut dikenang.
Hari Kebangkitan Nasional: Awal Perjuangan Bangsa
Tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional untuk mengenang berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908. Organisasi ini menjadi pelopor pergerakan nasional yang menyatukan semangat para pemuda Indonesia untuk melawan penjajahan Belanda. Budi Utomo, yang didirikan oleh dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Soetomo bersama mahasiswa STOVIA, menjadi cikal bakal kesadaran kolektif menuju kemerdekaan.
“Budi Utomo adalah simbol kebangkitan semangat nasionalisme. Ini adalah langkah awal yang membuka jalan bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia,” ujar sejarawan Dr. Anhar Gonggong dalam sebuah wawancara.
Hari Kebangkitan Nasional kini menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu telah meletakkan fondasi kuat bagi Indonesia modern. Momentum ini juga mengajak generasi muda untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Wafatnya Ali Sadikin: Kehilangan Sosok Visioner Jakarta
Pada 20 Mei 2008, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, Letjen TNI (Purn) H. Ali Sadikin, yang wafat di Singapura pada usia 80 tahun. Dikenal sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 1966–1977, Ali Sadikin atau yang akrab disapa Bang Ali, dikenang sebagai pemimpin visioner yang mengubah wajah ibu kota.
Selama menjabat, Bang Ali berhasil membangun berbagai infrastruktur penting, seperti Taman Ismail Marzuki, Monumen Ondel-Ondel, dan revitalisasi Pasar Tanah Abang.
Ia juga dikenal sebagai gubernur yang berani mengambil kebijakan progresif, seperti legalisasi lokalisasi perjudian untuk mendanai pembangunan kota, meski keputusan ini menuai kontroversi.
“Jakarta tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa sentuhan Ali Sadikin. Ia adalah pemimpin yang berpikir jauh ke depan,” kata Prof. Dr. Taufik Abdullah, sejarawan senior.
Warisan Bang Ali tetap hidup di hati warga Jakarta, terutama melalui proyek-proyek yang masih berdiri kokoh hingga kini. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tetapi semangatnya terus menginspirasi.
Peristiwa penting lainnya, seperti:
1998:
Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya setelah 32 tahun berkuasa, menandai akhir Orde Baru dan awal era reformasi.
2002:
Timor Leste resmi menjadi negara merdeka setelah lepas dari Indonesia, menandai sejarah baru di kawasan Asia Tenggara.
Mengapa 20 Mei Penting?
Tanggal 20 Mei bukan sekadar hari peringatan, tetapi juga cerminan perjalanan panjang bangsa Indonesia. Dari kebangkitan semangat nasionalisme hingga reformasi tata kelola ibu kota oleh Ali Sadikin, momen ini mengajak kita untuk menghargai perjuangan masa lalu sambil terus berinovasi untuk masa depan.