JAKARTA – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan memberikan klarifikasi di Bareskrim Polri hari ini, Selasa (20/5/2025), menyusul laporan dugaan ijazah palsu yang kembali mencuat setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2025.
“Saya siap sepenuhnya untuk memberikan keterangan tambahan apabila dibutuhkan dalam proses penyidikan,” ujar Jokowi saat mengunjungi Polda Metro Jaya.
Bareskrim Polri telah memeriksa 31 saksi, mulai dari rekan sekolah, kuliah, hingga pihak Universitas Gadjah Mada (UGM). Dokumen-dokumen terkait perjalanan akademik Jokowi juga telah diuji, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium forensik.
Klarifikasi Jokowi: Langkah Menuju Kebenaran
Hari ini, Jokowi dijadwalkan hadir di Bareskrim Polri untuk memberikan keterangan. Langkah ini diharapkan dapat meredam spekulasi dan memberikan kejelasan. Pihak kepolisian juga telah memanggil Rizal Fadillah, yang akan diperiksa pada 8 Mei 2025. Rizal mengklaim memiliki bukti berupa dokumen dan video kajian ahli.
“Dokumen sekarang terutama video-video hasil kajian dari ahli berkaitan dengan kenapa kita yakin skripsi dan lembar pengesahan skripsinya Joko Widodo di UGM itu palsu dan juga ijazahnya tadi palsu,” katanya.
Tim hukum Jokowi, dipimpin Yakup Hasibuan, menegaskan bahwa ijazah asli telah diserahkan untuk diperiksa.
“Kedatangan kami dalam rangka menindaklanjuti adanya dumas (pengaduan masyarakat) dari TPUA terkait ijazah Bapak Joko Widodo,” ujar Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.
Respons Publik dan Dampaknya
Kasus ini memicu diskusi sengit di media sosial. Sebagian warganet menilai tuduhan ini sebagai upaya mencoreng nama baik Jokowi, sementara yang lain menuntut transparansi.
“Kalau ijazah itu dinyatakan asli, kita masih perlu lihat bentuk fisiknya seperti apa, lalu cocokkan dengan versi dokumen yang kami punya,” tulis akun @ArtaN7707 di platform X.
Jokowi sendiri tampak tak gentar. “Rendahkan saya serendah-rendahnya!” katanya, menunjukkan sikap tegas menghadapi tuduhan.
Penyelidikan ini menjadi ujian bagi penegakan hukum dan kepercayaan publik. Dengan pemeriksaan mendalam terhadap dokumen dan saksi, Bareskrim diharapkan dapat memberikan kejelasan. Publik menanti apakah tuduhan ini hanya hoaks atau ada fakta baru yang akan terungkap.