JAKARTA – AC Milan menatap era baru bersama Massimiliano Allegri yang kembali duduk di kursi pelatih utama.
Kehadirannya diyakini akan membawa revolusi mental yang sangat dibutuhkan Rossoneri setelah terpuruk musim lalu.
Penunjukan Allegri sebagai pelatih anyar menggantikan Sergio Conceicao menandai babak penting bagi Milan.
Pelatih berusia 57 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan, kembali ke San Siro setelah sebelas tahun meninggalkan klub yang pernah dibawanya meraih scudetto.
Musim lalu, Milan hanya mampu finis di posisi kedelapan klasemen Serie A dan gagal mengamankan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya dalam empat musim terakhir.
Situasi ini menuntut perubahan besar, dan Allegri disebut sebagai sosok yang tepat untuk memulihkan mental juara skuad merah-hitam.
Legenda Italia sekaligus mantan pelatih Milan, Fabio Capello, ikut mengomentari penunjukan ini.
Ia menilai Allegri akan segera memberikan dampak nyata, terutama dalam hal pendekatan mentalitas para pemain seperti Rafael Leao dkk.
“Sebelum membahas transfer dan taktik, mari kita fokus ke dampak langsung yang bisa dialami Milan dari Max. Pertama, dalam hal mentalitas,” dikutip Football Italia, Sabtu (31/5/2025).
Dikenal sebagai pelatih yang pragmatis dan fokus pada hasil akhir, Allegri memiliki pendekatan permainan yang lebih mengutamakan efisiensi dan keseimbangan tim ketimbang hiburan.
Meskipun gaya bermainnya kerap disebut membosankan, efektivitasnya tak bisa diragukan.
“Musim lalu itu kita melihat sebuah tim yang melakukan segalanya dengan benar untuk 20 menit lalu kendur.”
“Semuanya awalnya antusias menyerang, tapi hanya segelintir yang melakukan upaya sama untuk berlari mundur.”
“Itu tak akan terjadi dengan Allegri, yang selalu menciptakan lingkungan kohesif. Sebuah tim dengan tujuan yang jelas serta seimbang,” katanya.
Kini, tantangan berat menanti Allegri. Ia tak hanya dituntut untuk membenahi posisi Milan di papan atas Serie A, tetapi juga memulihkan rasa percaya diri skuad yang sempat kehilangan arah.
Mentalitas juara akan menjadi pondasi utama dalam misi kebangkitan ini.
AC Milan pada musim 2024/2025 ini tidak memperlihatkan performa yang gemilang.
Berakhir di posisi ke-8 klasemen Liga Italia, Milan absen di Liga Champions dan Liga Europa.***
