Anggota Amirul Hajj, Arief Satria, meninjau langsung salah satu dapur katering yang menyediakan makanan untuk jemaah haji Indonesia di Madinah. Katering tersebut siap melayani hingga 15 ribu porsi makanan per hari, mencakup tiga kali makan harian bagi jemaah yang baru menyelesaikan ibadah puncak haji.
Dalam kunjungannya, Arief memastikan proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar. Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan bahan baku, termasuk bahan yang diimpor langsung dari Indonesia. Di antaranya adalah 470 ton bumbu masakan, serta berbagai bahan pangan utama seperti ikan dan sayur, yang tidak tersedia di Arab Saudi.
Penggunaan bahan baku dari Indonesia ini dilakukan demi menjaga kualitas dan cita rasa nusantara dalam sajian makanan. Hal ini penting agar para jemaah tetap merasa nyaman dengan menu yang sesuai selera mereka selama menjalankan ibadah haji.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia, termasuk dalam hal konsumsi dan gizi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Caption | Admin: Farraa