PARIS, PRANCIS – Pemerintah Prancis akan memberlakukan aturan ketat yang melarang anak-anak mengakses media sosial (Medsos) dan membeli senjata tajam. Kebijakan ini diambil sebagai upaya melindungi generasi muda dari risiko kekerasan dan dampak negatif dunia digital.
Langkah ini mencakup pembatasan usia untuk penggunaan platform seperti Instagram, TikTok, dan X, serta regulasi baru terkait pembelian pisau dan senjata tajam lainnya. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan anak-anak, baik secara fisik maupun mental, menjadi prioritas utama.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga keamanan anak-anak, baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” ujar seorang pejabat pemerintah Prancis, seperti dikutip dari Antara News.
“Kami ingin memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan mereka.”
Alasan Pemerintah Ambil Tindakan
Kebijakan ini dipicu oleh lonjakan kasus kekerasan remaja yang melibatkan senjata tajam serta meningkatnya cyberbullying. Data kepolisian menunjukkan kasus penyerangan dengan pisau oleh remaja terus bertambah dalam dua tahun terakhir. Di sisi lain, studi psikologi menyebutkan bahwa paparan media sosial berlebihan dapat memicu gangguan mental seperti kecemasan dan depresi pada anak-anak.
Reaksi Beragam dari Masyarakat
Masyarakat menanggapi kebijakan ini dengan berbagai pandangan. Ada yang mendukung perlindungan terhadap anak-anak, namun ada pula yang mempertanyakan efektivitas pengawasan.
“Bagaimana pemerintah akan memantau akses media sosial anak? Ini tantangan besar,” kata Marie Dubois, seorang ibu dua anak remaja di Paris.
Aktivis kebebasan digital juga mengingatkan agar regulasi ini tidak melanggar hak privasi pengguna.
Cara Pemerintah Terapkan Aturan
Pemerintah akan bekerja sama dengan platform media sosial untuk memperketat verifikasi usia. Untuk senjata tajam, penjual diwajibkan memeriksa identitas pembeli dan melaporkan transaksi yang mencurigakan. Pelanggaran terhadap kebijakan ini akan dikenakan sanksi tegas.
Potensi Dampak Internasional
Langkah Prancis mendapat perhatian internasional. Negara-negara seperti Jerman dan Inggris dikabarkan sedang mempertimbangkan kebijakan serupa untuk menangani isu keamanan anak di era digital.
Dengan regulasi baru ini, Prancis berharap bisa menjadi contoh global dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.