JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis 12 Juni. Percakapan selama 15 menit itu membahas penguatan hubungan bilateral dan komitmen bersama menjaga stabilitas serta perdamaian dunia.
Menurut Teddy, perbincangan antara kedua pemimpin dimulai dengan saling bertukar kabar dan perkembangan terkini di masing-masing negara. “Kedua pemimpin saling menanyakan kabar serta perkembangan terkini, baik di Amerika maupun di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan resmi, Jumat 13 Juni.
Dalam percakapan tersebut, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Amerika Serikat dan mendorong kerja sama di berbagai sektor. Isu perdamaian global juga menjadi perhatian utama, mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang mendorong stabilitas kawasan dan dunia.
“Keduanya juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat, serta menegaskan dukungan mereka terhadap upaya menjaga stabilitas dan perdamaian global,” kata Teddy.
Langkah ini menunjukkan bahwa sejak awal masa jabatannya, Prabowo berupaya membangun komunikasi langsung dengan para pemimpin dunia. Diplomasi yang terbuka dan responsif menjadi pendekatan utama pemerintahannya dalam memperkuat posisi Indonesia di arena internasional.
Dengan momentum ini, publik menanti realisasi konkret dari komitmen kerja sama tersebut, baik di bidang ekonomi, pertahanan, maupun peran Indonesia dalam menjaga tatanan global yang damai.