NTB – TNI Angkatan Laut (AL) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram berhasil menggagalkan aksi penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) ilegal di Perairan Liang Bagek, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (14/6). Operasi ini menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp5.019.854.000.
Operasi Berdasarkan Laporan Masyarakat
Dalam konferensi pers di Markas Komando (Mako) Lanal Mataram, Komandan Lanal Mataram, Kolonel Marinir A. Hady Alhasny menjelaskan bahwa operasi bermula dari laporan masyarakat kepada Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) NTB dan Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Mataram.
“Laporan tersebut menyebutkan adanya aktivitas ilegal nelayan BBL asal Lampung di Perairan Liang Bagek,” ujar Kolonel A. Hady Alhasny.
Penyergapan di Tengah Laut
Berbekal informasi tersebut, tim gabungan dari SFQR Lanal Mataram dan PSDKP NTB segera bergerak. Setelah melakukan briefing di Masjid Dusun Kalbir, tim melancarkan pengintaian di lokasi yang dicurigai. Tak lama, mereka menemukan sekelompok nelayan yang diduga melakukan pembongkaran hasil tangkapan BBL secara ilegal.
Saat penyergapan, salah satu pelaku berusaha menghilangkan barang bukti dengan menumpahkan isi styrofoam berisi BBL ke laut.
“Kami memberikan tembakan peringatan untuk menghentikan aktivitas mereka,” ungkap Kolonel A. Hady Alhasny.
Sebanyak 19 nelayan asal Lampung dan 2 pengepul berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti.
- Barang Bukti dan Potensi Kerugian Negara
- Barang bukti yang disita dalam operasi tersebut meliputi:
- 51.223 ekor Benih Bening Lobster (BBL)
- 1 unit mobil Toyota Innova (nopol B 1572 BYN)
- Motor tempel 15 PK
- 12 tangki bahan bakar
- 15 unit handphone
- 2 karung jaring
- Lampu longline
- 2 bilah sangkur
Sebanyak 10 sampan milik pelaku dititipkan kepada Ketua RW Dusun Liang Bagek dengan disaksikan oleh warga setempat.
“Penyelundupan BBL tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam ekosistem laut dan merugikan nelayan lokal. BBL seharusnya menjadi peluang ekonomi melalui budidaya dalam negeri, bukan dieksploitasi secara ilegal untuk ekspor,” tegas Kolonel A. Hady Alhasny.
Komitmen TNI AL Jaga Laut Indonesia
TNI AL menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan dan kekayaan laut Indonesia dari segala bentuk pelanggaran hukum. Aksi ini sejalan dengan Perintah Harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang menginstruksikan peningkatan patroli dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia.
TNI AL juga mengajak masyarakat untuk turut serta melindungi sumber daya laut demi keberlanjutan ekonomi nasional, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Mari kita jaga laut kita untuk generasi mendatang,” tutup Kolonel A. Hady Alhasny.