JAKARTA – Ali Khamenei -nama yang kerap disalahpahami sebagai Presiden Iran- sebenarnya memegang jabatan sebagai Pemimpin Tertinggi yang memiliki pengaruh lebih besar dari presiden. Keturunan Nabi Muhammadi SAW melalui garis Hasan dan Husain, Khamenei menjadi sosok utama yang mendominasi politik dan ideologi negara hingga lebih dari tiga dekade.
Di tengah perhatian internasional terhadap perkembangan politik Iran, sosok Ayatollah Ali Khamenei kembali mencuri perhatian, terutama karena posisinya yang sering disalahartikan. Meskipun saat ini Masoud Pezeshkian menjabat sebagai Presiden, posisi Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989—menggantikan Imam Khomeini—memiliki kekuasaan jauh lebih luas dan mendalam. Sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata dan pengambil keputusan utama, pengaruh Khamenei dalam kebijakan negara sangat besar.
Khamenei lahir pada 15 Juli 1939 di kota suci Mashhad, dari keluarga ulama Syiah yang sederhana. Ia tumbuh dalam lingkungan religius yang kuat, menjalani pendidikan di seminari-seminari ternama di Mashhad, Qom, dan Najaf, dan di sana ia mendalami ilmu Islam. Imam Khomeini menjadi salah satu mentor penting dalam hidupnya, yang memengaruhi perjuangannya melawan ketidakadilan pemerintah Shah Pahlavi.
Khamenei turut berperan aktif dalam Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan rezim monarki Iran. Pasca-revolusi, ia menjabat sebagai Presiden Iran dari 1981 hingga 1989 sebelum akhirnya diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi. Jabatan ini memberinya kontrol penuh atas seluruh cabang pemerintahan dan militer, seperti dilansir dari berbagai sumber.
Dalam kehidupan pribadi, Khamenei dikenal sebagai sosok yang sederhana dan hidup jauh dari kemewahan. Meski telah mengalami percobaan pembunuhan yang mengakibatkan luka permanen di tangannya, Khamenei tetap konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dan Revolusi Islam.
Di tingkat internasional, Khamenei dikenal sebagai tokoh konservatif yang menentang pengaruh Barat, terutama Amerika Serikat dan Israel, dan memainkan peran penting dalam geopolitik Timur Tengah. Kini, meskipun berusia lebih dari 80 tahun, Khamenei tetap menjadi simbol stabilitas politik di Iran, meski masa depan negara tersebut penuh tantangan dan ketidakpastian.
Biodata Lengkap
- Nama lengkap: Sayyed Ali Husaini Khamenei
- Tempat, tanggal lahir: Mashhad, Iran, 15 atau 16 Juli 1939
- Keturunan: Sayyid (keturunan Nabi Muhammad SAW melalui garis Hasanid dan Husainid)
- Orang tua: Seyyed Javad Khamenei dan Khadijeh
- Latar belakang: Keluarga ulama sederhana
- Pendidikan: Seminari teologi di Mashhad, Qom, dan Najaf
- Jabatan penting: Presiden Iran (1981–1989), Pemimpin Tertinggi (1989–sekarang)
- Pemikiran: Islam revolusioner, filsafat, dan yurisprudensi Islam
- Karya: Penulis dan penerjemah buku-buku keislaman
- Fakta unik: Hidup sederhana, pernah menjadi korban percobaan pembunuhan