JAKARTA – Dorna Sports akhirnya mengambil langkah tegas terkait konflik kontrak antara Jorge Martin dan Aprilia Racing. CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap langkah Martin yang ingin mengakhiri kontraknya lebih awal dengan Aprilia, meski belum sempat membalap secara penuh akibat cedera panjang.
Ezpeleta menilai pengaktifan klausul pelepasan oleh pihak Martin tidak sah, dan mengecam klaim sang pembalap serta manajernya yang menyebut mereka bebas kontrak dan bisa bergabung dengan Honda untuk musim MotoGP 2026.
Dalam pernyataan terbaru, Ezpeleta bahkan mengancam akan menolak pendaftaran Martin di musim 2026 jika ia nekat pindah ke Honda tanpa penyelesaian kontrak yang sah.
“Dorna, MSMA, dan IRTA tidak akan menerima pendaftaran pembalap mana pun yang status kontraknya belum jelas, kecuali ada keputusan hukum atau kesepakatan bersama,” ujar Ezpeleta kepada Sky Italia.
Ia menegaskan bahwa Martin hanya bisa bergabung dengan tim lain jika ada persetujuan dari Aprilia atau keputusan pengadilan yang menyatakan dirinya bebas kontrak.
“Aprilia menyatakan mereka masih memiliki kontrak dengan Martin, sementara agennya, Valera, mengklaim sebaliknya,” lanjut Ezpeleta.
“Agar kami bisa menerima pendaftarannya, kedua pihak harus mencapai kesepakatan, atau hakim yang memutuskan.”
Sikap serupa juga disampaikan oleh bos Honda, Alberto Puig, yang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membuka negosiasi dengan Martin sebelum masalah kontraknya dengan Aprilia diselesaikan.