JAKARTA – Peristiwa 3 Juli menjadi saksi bisu sejumlah peristiwa bersejarah yang mengguncang dunia, dari gejolak politik di Indonesia hingga tragedi mengerikan di Teluk Persia. Peristiwa-peristiwa ini tidak hanya mencatatkan tinta kelam dalam sejarah, tetapi juga menyisakan pelajaran mendalam tentang dinamika kekuasaan dan konflik global.
Berikut rangkuman peristiwa penting yang terjadi pada 3 Juli, disusun untuk memberikan perspektif baru yang menarik dan relevan.
Kudeta Pertama Indonesia, Pemberontakan Persatuan Perjuangan 1946
Kurang dari setahun setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, negeri ini dihadapkan pada krisis politik yang mengguncang stabilitas pemerintahan muda.
Pada 3 Juli 1946, kelompok oposisi yang dikenal sebagai Persatuan Perjuangan melancarkan upaya kudeta terhadap Kabinet Sjahrir II. Ketidakpuasan terhadap strategi diplomasi pemerintah dengan Belanda menjadi pemicu utama aksi ini.
“Pihak oposisi sendiri menginginkan kedaulatan penuh atas Indonesia. Sementara kabinet yang berkuasa, hanya menuntut kedaulatan atas Jawa dan Madura,” tulisnya
Konflik ini dipicu oleh perbedaan visi antara dua kubu: kelompok yang mendukung diplomasi, seperti Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Sutan Sjahrir, serta kelompok oposisi yang menginginkan perjuangan bersenjata untuk kemerdekaan penuh. Tokoh-tokoh seperti Tan Malaka, Achmad Soebarjo, dan Sukarni dituding merencanakan penculikan anggota kabinet, termasuk Sutan Sjahrir.
Meski upaya kudeta ini gagal, peristiwa ini menjadi cermin ketegangan politik di awal kemerdekaan Indonesia dan tantangan besar dalam membangun persatuan nasional.
Tragedi Teluk Persia: Pesawat Iran Air Ditembak Kapal Perang AS
Pada 3 Juli 1988, dunia dikejutkan oleh insiden tragis ketika kapal perang Amerika Serikat, USS Vincennes, menembak jatuh pesawat penumpang Iran Air Penerbangan 655 di Teluk Persia. Pesawat yang tengah menuju Dubai dari Teheran melalui Bandar Abbas ini membawa 290 penumpang dan awak, termasuk 66 anak-anak. Sayangnya, tidak ada yang selamat dari insiden ini.
“Berdasarkan data yang dihimpun, seluruh orang yang tewas terdiri dari 274 penumpang dan 16 awak pesawat. 274 penumpang tersebut berasal dari Uni Emirat Arab, India, Pakistan, Italia, dan Yugoslavia. Kecelakaan tersebut merupakan yang terbesar sepanjang 1988,” demikian laporan resmi.
Pihak AS mengklaim bahwa pesawat tersebut salah diidentifikasi sebagai jet tempur F-14 Tomcat milik Iran. Namun, Iran menuding tindakan ini disengaja, memicu ketegangan diplomatik yang hingga kini masih membekas. Insiden ini menjadi salah satu tragedi penerbangan terburuk di dunia pada masanya, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan memperkeruh hubungan AS-Iran pasca-Revolusi Islam 1979.
Kelahiran Pahlawan Nasional: Syekh Yusuf dari Gowa
Hari ini juga menjadi momen bersejarah dengan kelahiran Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makasari Al-Bantani pada 3 Juli 1626 di Gowa, Sulawesi Selatan. Tokoh yang dihormati sebagai pahlawan nasional pada 1995 ini dikenal sebagai
“Tuanta Salamaka ri Gowa” atau “tuan guru penyelamat kita dari Gowa” oleh pendukungnya.
Perjuangannya melawan penjajahan Belanda membawanya berhijrah hingga ke Afrika Selatan, di mana ia wafat pada 23 Mei 1699 di Cape Town.
Pendidikan Modern Indonesia: Berdirinya ITB
Tanggal 3 Juli juga mencatat berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1920, yang awalnya dikenal sebagai Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS). Lembaga ini menjadi tonggak pendidikan teknik modern di Indonesia, yang terus berganti nama hingga resmi menjadi ITB pada 1959. Peran ITB dalam mencetak generasi intelektual dan inovator teknologi tetap relevan hingga kini.
Peristiwa-peristiwa pada 3 Juli, dari kudeta politik hingga tragedi internasional, mengingatkan kita akan kompleksitas hubungan kekuasaan, konflik global, dan perjuangan kemerdekaan. Kudeta 1946 mencerminkan tantangan membangun bangsa yang baru merdeka, sementara insiden Iran Air 655 menggarisbawahi dampak kesalahan identifikasi dalam situasi konflik. Kisah Syekh Yusuf dan berdirinya ITB menunjukkan semangat perjuangan dan inovasi yang terus menginspirasi.