JAKARTA – Sebuah kecelakaan tragis menimpa pesepakbola Diogo Jota di salah satu jalur paling berisiko di Spanyol, hanya dua minggu setelah hari pernikahan yang ia sebut sebagai momen paling bahagia dalam hidupnya.
Jalan A-52, yang selama ini dikenal publik sebagai jalur maut di wilayah barat laut Spanyol, kembali menelan korban ketika mobil super milik bintang Liverpool itu keluar jalur, terguling, dan terbakar, menyebabkan kematian Jota dan adiknya, André.
Peristiwa naas ini terjadi di kawasan Cernadilla, Provinsi Zamora, tepat di dekat perbatasan Portugal–Spanyol.
Mobil Lamborghini yang mereka tumpangi diduga mengalami pecah ban saat menyalip, yang membuat kendaraan kehilangan kendali dan tergelincir keluar dari jalan.
Melansir laporan Dailymail, lokasi ini telah lama menjadi sorotan karena reputasinya sebagai rute yang penuh bahaya.

Berdasarkan laporan dari La Opinión de Zamora, lebih dari 14.000 pelanggaran kecepatan dicatat di jalan ini pada tahun 2020, menjadikannya sebagai salah satu wilayah dengan tingkat pengemudi sembrono tertinggi di negara tersebut.
A-52 bukan sekadar jalur biasa; kontur jalannya yang berliku, kawasan pegunungan berhutan, serta gangguan alam seperti kabut tebal dan penerangan terbatas menambah tingkat risiko berkendara.
Dalam jajak pendapat terbaru yang digelar Organisasi Pengguna dan Konsumen Spanyol (OCU), A-52 dikategorikan sebagai salah satu jalur terburuk berdasarkan penilaian 1.259 pengemudi, yang mengeluhkan minimnya pembatas pengaman serta pekerjaan konstruksi jalan yang berlebihan.
Meskipun jalan ini vital sebagai penghubung antara Portugal dan kota-kota pelabuhan seperti Santander dan Bilbao, tingkat kecelakaan yang tinggi menuntut perhatian lebih.

Kecelakaan terjadi pada dini hari, saat Jota dan adiknya tengah dalam perjalanan. Tim penyelamat tiba di lokasi dengan cepat, namun keduanya tak dapat diselamatkan akibat kondisi mobil yang terbakar.
Dalam pernyataan resmi, Liverpool FC menyampaikan duka mendalam atas kehilangan ini, menyebut tragedi tersebut sebagai “kehilangan yang tak terbayangkan” bagi keluarga, teman, dan seluruh komunitas penggemar Diogo Jota.
Hanya beberapa hari sebelumnya, Jota menikahi Rute Cardoso, pasangan hidupnya sejak usia 16 tahun. Dalam unggahan terakhir di Instagram pada Rabu sore, ia menyebut dirinya sebagai “pria paling beruntung di dunia.”
Pernikahan mereka berlangsung 22 Juni di kota kelahirannya, Porto, dan Rute turut membagikan momen indah pernikahan dengan pesan menyentuh: “Mimpiku menjadi kenyataan.” Di kolom komentar, Jota menanggapi dengan tulus: “Aku yang beruntung.”***