Gunung Lewotobi Laki-Laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin pagi, 8 Juli 2025, sekitar pukul 11.05 WITA. Kolom abu vulkanik yang dihasilkan dalam letusan ini terpantau sangat tinggi, mencapai 18.000 meter dari puncak gunung atau sekitar 19.585 meter di atas permukaan laut.
Dalam laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, mengarah condong ke utara, timur laut, dan barat laut. Aktivitas vulkanik ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 6 menit 26 detik.
PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Untuk sektor barat daya hingga timur laut, wilayah terlarang diperluas hingga 7 kilometer.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, PVMBG terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT untuk memastikan keselamatan warga serta menyebarluaskan informasi terkini.
Erupsi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas gunung api di Indonesia, terutama di kawasan timur yang rawan bencana geologi.
Admin | Caption: Raihana
