JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP, Sarifah Ainun Jariyah, meminta Polri mengusut tuntas kematian diplomat muda Kemlu, ADP, yang akan bertugas ke Finlandia akhir Juli.
Sarifah Ainun Jariyah menekankan pentingnya percepatan proses visum, pendalaman forensik digital, serta kerja sama erat antara pihak kepolisian dan Kemlu.
“Kami mendesak kepolisian mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Kematian diplomat muda ini bukan hanya kehilangan personal, tetapi juga berdampak pada citra dan keamanan institusi negara. Proses penyelidikan harus dilakukan tanpa cela,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan. Sabtu (12/7/2025).
Sarifah menambahkan bahwa indikasi tindak kekerasan harus dijadikan fokus utama dalam penanganan awal.
Ia berharap motif dan pelaku dapat segera diungkap demi kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI lainnya, Junico Siahaan menyoroti perlunya peningkatan sistem pengamanan hunian bagi aparatur sipil negara, khususnya diplomat yang kerap menghadapi risiko keamanan.
“Kita tidak bisa terus menunggu tragedi demi tragedi untuk memperbaiki sistem. Hunian pejabat, termasuk diplomat, harus dipastikan aman dan layak,” tegasnya.
Junico juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya ADP. Ia menilai ADP adalah sosok berdedikasi dalam memperjuangkan isu-isu kemanusiaan, khususnya dalam penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Kepergian ADP adalah kehilangan besar, bukan hanya bagi Kemlu, tetapi juga bagi perjuangan diplomasi Indonesia di panggung global. Semangatnya dalam membela WNI dan korban TPPO menjadi inspirasi banyak pihak,” tambahnya.
Meninggalnya Diplomat ADP, Fakta yang Diketahui
ADP ditemukan tewas di kamar kosnya dalam kondisi tidak wajar. Berdasarkan informasi awal, wajahnya tertutup lakban dan tidak ditemukan tanda-tanda perlawanan di lokasi kejadian. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan tengah menunggu hasil visum serta autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian.
Hingga kini, Polres Jakarta Pusat dibantu tim forensik dan Resmob Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan intensif.