KYIV, UKRAINA – Perdana Menteri Ukraina Denis Shmigal resmi mengundurkan diri pada Rabu (16/7/2025). Pengunduran diri itu menyusul keputusan Presiden Volodymyr Zelensky untuk menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan.
Langkah ini memicu perombakan besar di tubuh pemerintahan Ukraina di tengah konflik berkepanjangan dengan Rusia.
Shmigal, yang telah memimpin pemerintahan sejak Maret 2020, mengumumkan pengunduran dirinya melalui Telegram dengan mengunggah salinan surat resminya. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada timnya atas
“kerja keras mereka yang tak kenal lelah” dan kepada Zelensky atas “kepercayaannya” selama masa jabatannya. “Pengalaman Denis Shmigal yang luas pasti akan berharga dalam posisi menteri pertahanan Ukraina,” ujar Zelensky, menegaskan alasan di balik penunjukan baru ini.
Zelensky tidak membuang waktu untuk menunjuk pengganti Shmigal. Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Yulia Sviridenko (39), dipilih sebagai Perdana Menteri baru.
Sviridenko dikenal karena perannya dalam memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat, terutama dalam memberikan akses istimewa terhadap sumber daya mineral Ukraina.
Parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, diperkirakan akan segera menyetujui penunjukan ini dalam beberapa hari ke depan, membuka jalan bagi pembentukan kabinet baru.
Namun, keputusan ini tidak luput dari kontroversi. Mantan Perdana Menteri Nikolay Azarov, yang menjabat di bawah Presiden Viktor Yanukovich, menuding Zelensky mengabaikan prosedur konstitusional dengan menunjuk Sviridenko secara langsung.
Tuduhan ini menambah panas dinamika politik di Ukraina, yang kini berada di bawah tekanan konflik militer dan skandal korupsi di Kementerian Pertahanan.
Latar Belakang Pengunduran Diri dan Perombakan Kabinet
Pengunduran diri Shmigal terjadi di tengah situasi politik yang rumit. Kementerian Pertahanan Ukraina, yang kini akan dipimpin Shmigal, telah didera berbagai skandal korupsi sejak konflik dengan Rusia meningkat pada Februari 2022. Rustem Umerov, menteri pertahanan sebelumnya, akan digantikan Shmigal dan kabarnya akan diangkat sebagai duta besar Ukraina untuk Amerika Serikat. Umerov sebelumnya memimpin delegasi Ukraina dalam negosiasi dengan Rusia di Istanbul.
Sementara itu, mantan Menteri Pertahanan Aleksey Reznikov, yang mengundurkan diri pada 2023, kini bergabung dengan LSM yang berafiliasi dengan NATO di Slovakia. Perombakan ini menunjukkan upaya Zelensky untuk memperkuat posisi Ukraina di panggung internasional sambil menangani tantangan domestik.
Implikasi Politik dan Tantangan ke Depan
Penunjukan Sviridenko sebagai Perdana Menteri baru dianggap strategis untuk mempererat hubungan dengan sekutu Barat, terutama Amerika Serikat. Namun, di tengah perang yang terus berlangsung, Ukraina menghadapi tantangan besar, termasuk tekanan ekonomi, militer, dan tuduhan pelanggaran prosedur konstitusional. Pengamat politik memprediksi bahwa persetujuan parlemen terhadap Sviridenko akan berjalan mulus, tetapi dinamika politik internal tetap menjadi sorotan.
Perombakan ini juga terjadi di tengah spekulasi mengenai masa depan kepemimpinan Zelensky. Sebelumnya, pejabat tinggi AS dilaporkan meminta Zelensky untuk mengundurkan diri demi membuka peluang negosiasi damai dengan Rusia. Pernyataan ini mencerminkan kompleksitas hubungan Ukraina dengan sekutu internasionalnya.
Dengan penunjukan Sviridenko dan peran baru Shmigal di Kementerian Pertahanan, Ukraina berada di persimpangan penting.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi negara dalam menghadapi Rusia, sambil menavigasi tekanan politik dan ekonomi. Kabinet baru yang akan segera dibentuk menjadi kunci untuk menentukan arah masa depan Ukraina di tengah gejolak global.