JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghormatan luar biasa kepada Bripka Cecep Saeful Bahri, anggota Polres Garut yang gugur saat menjalankan tugas pengamanan di acara pernikahan putra Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor Kep/1085/VII/2025, Cecep resmi dinaikkan pangkat menjadi Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) anumerta sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan keberaniannya.
Tragedi yang menimpa Bripka Cecep terjadi saat ia bertugas mengamankan pesta rakyat di Pendopo Garut, Jawa Barat, pada Jumat (18/7/2025), dalam rangkaian pernikahan Maula Akbar Mulyadi Putra dan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina.
Acara tersebut berubah menjadi duka ketika kerumunan warga memicu kepanikan, menyebabkan tiga korban jiwa, termasuk Cecep, seorang anak berusia 8 tahun, Vania Aprilia, dan seorang lansia, Dewi Jubaedah.
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Cecep gugur setelah berjuang mengevakuasi warga yang terjebak dalam kericuhan.
“Almarhum Bripka Cecep Saeful Bahri mendapat kenaikan pangkat luar biasa menjadi Aipda anumerta,” ungkap Trunoyudo, Minggu (20/7/2025).
Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan wujud penghormatan Korps Bhayangkara atas dedikasi Cecep yang rela berkorban demi keselamatan masyarakat.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, juga menyampaikan duka cita mendalam saat melayat ke rumah duka di Perum Guntur Residence, Garut Kota, pada Sabtu (19/7/2025).
“Kami kehilangan seorang Bhayangkara sejati. Almarhum gugur saat melayani dan melindungi masyarakat,” ujar Rudi.
Ia menambahkan bahwa Cecep sempat menolong seorang anak kecil ke ambulans sebelum akhirnya kelelahan, pingsan, dan meninggal dunia.
Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, turut menyerahkan SK kenaikan pangkat anumerta kepada keluarga Cecep. “Penghargaan ini adalah wujud penghormatan negara dan institusi atas pengabdian almarhum yang gugur dalam tugas, semoga dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Yugi menjelaskan bahwa Cecep berupaya keras membantu warga yang pingsan akibat desakan massa sebelum akhirnya mengalami sesak napas dan kelelahan berat.
Peristiwa tragis ini menjadi sorotan publik, dengan Polda Jawa Barat kini tengah menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pengelolaan acara.
Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan berjanji mendampingi keluarga korban, termasuk menanggung biaya pendidikan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi.
Kisah heroik Bripka Cecep tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga inspirasi tentang pengabdian seorang polisi. Kenaikan pangkat anumerta ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kecil dalam tugas adalah bagian dari pengabdian besar kepada bangsa dan negara.