Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk meningkatkan upaya pencegahan kebakaran di wilayah ibu kota.
Upaya tersebut akan difokuskan pada pengoptimalan gerakan kepemilikan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di setiap RT dan warga, serta monitoring berkala instalasi listrik di berbagai hunian dan tempat usaha.
Pernyataan ini disampaikan Rano Karno usai meninjau lokasi pasca kebakaran di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Minggu pagi.
Menurutnya, gerakan kepemilikan APAR akan menjadi bagian dari program Quick Win dalam pemerintahan bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Setiap RT di Jakarta diharapkan memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko kebakaran.
Selain itu, monitoring instalasi listrik di rumah kontrakan, kos, dan tempat usaha akan diintensifkan, mengingat hampir 90 persen kasus kebakaran di Jakarta disebabkan korsleting listrik.
Rano juga menyoroti kelalaian warga sebagai faktor pemicu kebakaran, seperti penggunaan satu stop kontak untuk banyak perangkat secara bersamaan, serta lupa mencabut colokan saat tidak digunakan. Kombinasi panas dan gesekan inilah yang kerap memicu insiden kebakaran.
Langkah pencegahan yang sistematis dan partisipatif ini diharapkan mampu meminimalisasi potensi kebakaran, khususnya di permukiman padat penduduk.
Caption | Admin: Raihana