Dilaporkan, konflik mematikan ini telah menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk warga sipil dan tentara Thailand, serta memaksa puluhan ribu warga sipil mengungsi dari daerah konflik.
Visual dari distrik Kantharalak, Provinsi Sisaket, Thailand, menunjukkan kobaran api dan asap pekat usai serangan roket yang diluncurkan oleh militer Kamboja menghantam area toko dan SPBU. Masyarakat panik, berlarian menyelamatkan diri dan membantu evakuasi korban.
Di Surin, serangan roket juga membuat pasukan Thailand berlindung di RS Phanom Dong Rak. Menurut laporan BBC, 11 warga sipil dan satu tentara Thailand tewas, sementara 14 orang lainnya luka-luka. Kontak senjata dilaporkan terjadi di enam titik sepanjang perbatasan.
Militer Thailand menuding pasukan Kamboja sebagai pihak pertama yang melepaskan tembakan. Namun, Kementerian Pertahanan Kamboja menyebut tindakan mereka sebagai bentuk pembelaan diri. Pasukan Kamboja diketahui menggunakan peluncur roket BM-21 Grad dan artileri jarak jauh, sedangkan Thailand membalas dengan mengerahkan enam jet tempur F-16 dan melancarkan serangan udara ke dua titik militer Kamboja.
Pertempuran pertama kali meletus di dekat Kuil Ta Muen Thom, wilayah perbatasan antara Provinsi Surin, Thailand, dan Odar Meanchey, Kamboja, lalu meluas ke berbagai wilayah. Ketegangan memuncak usai kedua negara saling menarik duta besar masing-masing, ditambah insiden ranjau yang melukai sejumlah tentara Thailand.
Otoritas Thailand mengumumkan evakuasi terhadap 40.000 warga dari 86 desa di sekitar perbatasan. Pihaknya juga telah menutup perbatasan dan menyatakan siap mengintensifkan langkah-langkah pertahanan.
Di sisi lain, Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menyatakan negaranya tidak memiliki pilihan lain selain merespons. Ia telah mengajukan permohonan kepada Dewan Keamanan PBB untuk membahas eskalasi konflik, sambil mengimbau rakyatnya agar tetap tenang.
Laporan Tim Internasional | Garuda TV
Caption | Admin: Raihana