JAKARTA – Dunia politik dan keagamaan Indonesia kembali berduka. Suryadharma Ali, mantan Menteri Agama Republik Indonesia periode 2009 hingga 2014, wafat pada Kamis, 31 Juli 2025 sekitar pukul 04.18 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta.
Kepergian sosok yang pernah memimpin Kementerian Agama selama satu periode ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan kalangan masyarakat yang mengenalnya.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh pihak keluarga melalui pesan singkat kepada media.
“Mohon ikhlas doanya, semoga Allah SWT menganugerahi tempat yg mulia bagi almarhum. Semoga almarhum senantiasa berlimpah rahmah,” tulis keluarga dekat dalam pesan resmi mereka.
Jenazah Suryadharma Ali disemayamkan di kediaman duka yang berlokasi di Jl. Cipinang Cempedak I No.30, Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Rangkaian doa dan penghormatan terakhir dilakukan secara khidmat oleh keluarga besar dan kerabat dekat sebelum jenazah diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir.
Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung di lingkungan religius, tepatnya di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulum, yang terletak di Jl. KH. Ahmad, Kampung Mariuk, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Lokasi ini dipilih lantaran kedekatan spiritual almarhum dengan pesantren tersebut semasa hidupnya.
Melalui pernyataan penutupnya, keluarga menyampaikan permohonan maaf dan doa dari masyarakat.
“Kami dari segenap keluarga almarhum, memohon doa dan keikhlasan dari bapak/ibu/saudara/i agar Almarhum diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah Swt.”
Suryadharma Ali yang lahir 19 September 1956 (69 tahun) dikenal sebagai figur politikus yang sempat menjabat Ketua Umum PPP dan memiliki pengaruh besar dalam dinamika keagamaan nasional.
Kepergiannya meninggalkan warisan pemikiran dan kontribusi di bidang pelayanan publik, khususnya di sektor keagamaan.***