JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana yang melanda Indonesia dalam 24 jam terakhir, mulai Sabtu (2/8) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (3/8) pukul 07.00 WIB. Empat kejadian bencana signifikan tercatat, mencakup kebakaran lahan, kekeringan, dan angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan di berbagai daerah
Kebakaran Lahan di Simalungun
Kebakaran lahan melanda perbukitan di Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Jumat (1/8) pukul 16.55 WIB.
Sekitar dua hektare lahan, sebagian besar semak belukar, hangus terbakar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun bergerak cepat dengan mengerahkan tim untuk asesmen dan pemadaman.
“Penanganan cepat yang dilakukan oleh BPBD setempat berhasil meminimalkan dampak lebih luas dari kebakaran tersebut,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Kekeringan Ancam Pertanian di Mandailing Natal
Di Sumatera Utara, kekeringan akibat musim kemarau mengancam sektor pertanian di Desa Tangga Bosi III, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Sungai Patabotung, sumber utama irigasi, mengalami penurunan debit air drastis, menyebabkan 211 hektare lahan persawahan kekeringan.
Petani kini menghadapi risiko gagal panen yang dapat mengganggu ketahanan pangan lokal. BPBD Mandailing Natal telah melakukan peninjauan lapangan dan berkoordinasi untuk merumuskan solusi jangka pendek, seperti penyediaan air darurat, guna mitigasi dampak.
Angin Puting Beliung Rusak Pemukiman di Aceh dan Jambi
Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin puting beliung menerjang Kabupaten Aceh Barat pada Sabtu (2/8) pukul 19.00 WIB. Sebanyak 17 rumah di Gampong Lueng Tanoh Tho, Kecamatan Woyla, rusak, terutama pada bagian atap.
Sebanyak 17 kepala keluarga terpaksa mengungsi. BPBD Aceh Barat, bersama Pos Damkar Woyla, relawan RAPI, dan masyarakat, bergerak cepat membersihkan puing dan membantu warga terdampak.
Sementara itu, di Kabupaten Kerinci, Jambi, angin puting beliung menghantam tiga desa di Kecamatan Kayu Aro pada Sabtu (2/8) pukul 14.15 WIB.
Sebanyak 109 kepala keluarga terdampak, dengan 36 rumah rusak berat, 20 rusak sedang, dan 58 rusak ringan. Satu warga dilaporkan luka ringan. BPBD Kerinci terus melakukan asesmen dan pembersihan, dengan kebutuhan mendesak berupa terpal dan logistik untuk warga.
Imbauan BNPB untuk Waspada
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana serupa. “Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran terbuka di area perbukitan atau lahan kering selama musim kemarau guna mencegah terjadinya kebakaran,” tegas Abdul Muhari.
Warga di daerah rawan angin kencang diminta memeriksa kekuatan atap rumah dan memangkas dahan pohon rapuh. Koordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah juga diperlukan untuk memastikan penanganan cepat dan informasi yang akurat.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus memantau situasi dan mempercepat pemulihan pascabencana, termasuk penyediaan bantuan logistik dan perbaikan infrastruktur.
Masyarakat diminta mengikuti arahan resmi dan tidak menyebarkan hoaks terkait bencana.
