Upaya pengungkapan praktik pengemasan beras premium oplosan berhasil dilakukan oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo. Sebuah pabrik pengemasan beras oplosan di wilayah Krembung, Sidoarjo, Jawa Timur, yang telah beroperasi selama dua tahun, berhasil dibongkar. Dari hasil penyelidikan, pabrik tersebut mampu memproduksi sekitar 14 ton beras oplosan per hari, dengan total kerugian masyarakat diperkirakan mencapai Rp13 miliar.
Inilah kondisi pabrik pengemasan beras premium oplosan yang berada di kawasan padat penduduk di Desa Keper, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Menggunakan mesin impor, usaha rumahan yang mengatasnamakan diri sebagai CV Sumber Pangan dan dimiliki oleh pria berinisial MLH (34 tahun) ini mampu mengemas sekitar 14 ton beras per hari.
Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui bahwa pelaku mencampurkan beras pandan wangi dengan beras biasa dengan perbandingan satu kilogram beras pandan wangi dicampur sepuluh kilogram beras biasa yang diperoleh dari petani.
Produk beras premium oplosan tersebut dipasarkan oleh pelaku ke sejumlah pasar di wilayah Kota Sidoarjo dan Pasuruan.
Untuk mengelabui konsumen, pelaku mengemas beras oplosan dalam kemasan 5 kilogram dan 25 kilogram menggunakan merek SPG, serta mencantumkan label Standar Nasional Indonesia (SNI) dan logo halal.
Laporan Tim Garuda TV.
Caption | Admin: Filda