SURABAYA — Pembukaan BRI Super League 2025/26 diwarnai sebuah momen istimewa yang tak banyak tersorot publik.
Di balik gegap gempita laga perdana, I.League menyempatkan diri memberikan penghormatan khusus kepada delapan sosok Match Commissioner yang resmi menuntaskan pengabdian panjang mereka di dunia sepak bola nasional.
Upacara apresiasi berlangsung hangat di area dalam stadion saat jeda pertandingan pembuka.
Para penerima penghargaan adalah tokoh senior yang telah bertahun-tahun memastikan jalannya laga berlangsung adil, tertib, dan sesuai regulasi.
Mereka adalah:
- Bambang Iriyanto (Jawa Timur)
- Abdul Mauridz Tuguis (Maluku Utara)
- Mathys Rugebregt (Sumatera Selatan)
- Mansur Hunowo (Gorontalo)
- M. Syarif (Sumatera Utara)
- Khalid (Aceh)
- Dheny Romdhoni (Banten)
- Zulfahmi Bakri (Riau)
Penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali bersama Direktur Utama I.League Ferry Paulus, didampingi Direktur Komersial Sadikin Aksa dan Direktur Operasional Asep Saputra.

Kehadiran para petinggi sepak bola tersebut menambah khidmat suasana acara.
“Mereka adalah bagian dari fondasi kompetisi ini. Meski tak berada di tengah sorotan, kontribusi mereka sangat menentukan kualitas dan keadilan pertandingan.”
“Apresiasi ini adalah bentuk penghormatan kami atas kerja nyata mereka,” ujar Ferry Paulus.
Sebagai bentuk terima kasih, I.League memberikan pilihan paket umrah atau uang tunai sebesar Rp25 juta.
Pemberian ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan profesionalisme mereka yang selama ini menjaga marwah pertandingan.
“Kita tidak hanya membangun kompetisi, tapi juga merawat nilai-nilai di dalamnya.”
“Para match commissioner ini telah menjaga marwah pertandingan dengan profesionalisme dan integritas tinggi. Terima kasih atas pengabdian yang luar biasa,” ujar Zainudin Amali.
Bagi salah satu penerima penghargaan, Bambang Iriyanto, momen ini terasa sangat berkesan.
“Kami merasa dihargai bukan karena sorotan, tapi karena kepercayaan. Terima kasih kepada I.League dan PSSI atas penghargaan ini. Ini menjadi penutup yang sangat berkesan dalam perjalanan kami.”
Penghormatan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah liga tidak hanya lahir dari aksi gemilang para pemain di lapangan, tetapi juga dari para pengabdi di balik layar yang menjaga integritas pertandingan dengan tenang, konsisten, dan penuh tanggung jawab.***