LAS VEGAS, AS – Legenda tinju dunia, Manny Pacquiao, kembali mengguncang jagat olahraga dengan kembalinya ke ring di usia 46 tahun. Ikon Filipina ini akan menghadapi juara dunia kelas welter WBC, Mario “El Azteca” Barrios, dalam pertarungan epik yang dijadwalkan pada 19 Juli 2025 di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas.
Duel ini akan disiarkan secara langsung melalui pay-per-view di Prime Video, menjanjikan aksi menegangkan yang dinanti penggemar tinju global.
Pacquiao, yang dikenal sebagai satu-satunya petinju dengan gelar juara di delapan divisi berbeda, mengaku masih memiliki semangat juang yang membara.
“Api, tekad, dan keinginan untuk bekerja keras masih ada. Saya masih menikmati berlari di pegunungan. Tidak semua petarung memiliki perasaan ini. Ini adalah berkah, karena saya telah melalui begitu banyak pertarungan besar dalam karier saya dan saya masih di sini,” ujar Pacquiao penuh semangat dalam konferensi pers di The Novo, L.A. Live, dan House of Blues Las Vegas, seperti dikutip dari talkSPORT.
Pertarungan ini menjadi sorotan karena Pacquiao kembali setelah absen selama empat tahun dari ring profesional. Dengan rekor 62-8-2 (39 KO), ia bertekad menambah warisan legendarisnya dengan merebut gelar WBC dari Barrios, yang memiliki rekor 29-2-1 (18 KO). Barrios, petinju berusia 30 tahun yang baru saja mengalahkan Yordenis Ugas pada 2021, dianggap sebagai lawan tangguh yang akan menguji kemampuan “Pac-Man” di usia senja.
“Barrios adalah tipe petarung yang memberikan pertarungan yang bagus. Saya dan dia bersama-sama di atas ring akan memuaskan para penggemar dan itulah yang saya inginkan,” kata Pacquiao
Pacquiao menegaskan ambisinya untuk menghibur penggemar. Kembalinya Pacquiao tidak hanya menjadi perbincangan di kalangan penggemar, tetapi juga memicu spekulasi tentang potensi duel ulang melawan rival abadinya, Floyd Mayweather Jr. Promotor TGB Promotions, Tom Brown, menyebutkan bahwa kemenangan atas Barrios bisa membuka peluang besar.
“Dengan kemenangan Pacquiao, semuanya ada di atas meja,” ujar Brown
Namun, tantangan Pacquiao tidaklah mudah. Barrios, yang dikenal dengan jab dan pukulan straight kanannya, tampil impresif dalam pertarungan sebelumnya. Selain itu, Pacquiao harus menghadapi keraguan dari Organisasi Tinju Dunia (WBO).
Presiden WBO, Gustavo Olivieri, menegaskan bahwa Pacquiao harus masuk peringkat 15 besar untuk mendapatkan sanksi perebutan gelar dunia WBO.
“Mengenai kembalinya Pacquiao ke atas ring pada usia 46 tahun, keputusan seperti itu sepenuhnya bersifat pribadi. Namun, agar pertarungan Gelar Dunia WBO diberikan persetujuan sanksi, penantang harus diklasifikasikan dalam 15 besar. Untuk diklasifikasikan, seorang petinju harus aktif,” ujar Olivieri kepada World Boxing News.
Di Filipina, antusiasme menyambut kembalinya Pacquiao luar biasa. Duel ini akan disiarkan gratis dengan sedikit penundaan di dua saluran televisi lokal, serta tersedia melalui opsi pay-per-view.
Popularitas Pacquiao telah menginspirasi generasi petinju Filipina, termasuk Mark Magsayo dan Eumir Marcial, yang akan tampil di laga pendukung pada kartu pertandingan yang sama.
Akankah Manny Pacquiao mencatatkan sejarah sebagai juara dunia tertua kedua setelah Bernard Hopkins dan George Foreman? Atau akankah Mario Barrios mempertahankan sabuk WBC-nya? Pertarungan ini tidak hanya soal gelar, tetapi juga tentang warisan seorang legenda yang menolak menyerah pada usia.