JAKARTA – Badan Persaudaraan Antariman (BERANI) menggelar Pendidikan Kader 2025 di Jakarta, diikuti 120 peserta dari berbagai daerah. Kegiatan ini jadi wujud komitmen memperkuat persaudaraan lintas iman melalui PKB.
Wakil Presiden ke-13 sekaligus Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Ma’ruf Amin, memberikan pembekalan sekaligus apresiasi atas langkah BERANI menggalang komunitas lintas iman untuk berpartisipasi aktif dalam politik bersama PKB.
“Saya menyampaikan apresiasi karena BERANI telah mengambil sikap yang tepat dan benar dengan menyalurkan aspirasi politiknya ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),” ujar KH Ma’ruf Amin.
Ia menegaskan bahwa PKB dirancang sebagai wadah inklusif untuk semua golongan, tanpa memandang ras, agama, etnis, atau suku. Dengan nada humor, ia berkata, “Karena itu namanya PKB, kalau hanya untuk kiai namanya PKK (Partai Kebangkitan Kiai).”ucaonya
KH Ma’ruf juga menyoroti visi PKB sebagai rahmatan lil ‘aalamin, yang berpijak pada dua pilar utama: kesepakatan ketuhanan (mistaq robbani) dan kesepakatan kebangsaan (mistaq wathoni).
Ia mengaitkan semangat ini dengan Pembukaan UUD 1945, yang menegaskan tujuan bernegara untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan keadilan sosial.
“Dalam Pembukaan UUD 1945 paragraf ketiga oleh para pendiri bangsa disebutkan bahwa kemerdekaan yang kita raih adalah rahmat Tuhan,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum PKB, Hanif Dhakiri, menambahkan bahwa PKB telah melampaui retorika keberagaman dengan membentuk BERANI sebagai wadah nyata bagi komunitas lintas iman.
“Partai lain baru berbicara tentang isu keberagaman dan toleransi hanya di permukaan. Tapi PKB sudah melaksanakannya lebih dalam dengan dibentuknya BERANI,” ungkap Hanif.
Ketua Umum BERANI, Pendeta Lorens Manuputty, menegaskan bahwa kehadiran BERANI adalah bukti politik dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan.
“Kami hadir untuk membuktikan bahwa politik bisa menjadi ruang mempererat persaudaraan lintas iman, bukan memecah-belah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kaderisasi Nasional PKB, Zainul Munasichin, menjelaskan bahwa pendidikan ini bertujuan mencetak kader dan instruktur yang mampu berkomunikasi lintas budaya dan agama.
“Peserta yang hadir ini merupakan representasi keragaman daerah dan keyakinan di Indonesia. Target kami, mereka akan menjadi ujung tombak PKB dalam menyebarkan semangat toleransi, persaudaraan, dan kebangsaan di wilayah masing-masing,” jelas Zainul.
Acara ini menjadi wujud nyata komitmen PKB dan BERANI dalam memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman, sekaligus memperkuat peran politik sebagai alat pemersatu bangsa. Dengan semangat inklusif, PKB terus berupaya mewujudkan kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.