JAKARTA, KEPULAUAN SERIBU – The Antheia Project, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berfokus pada isu lingkungan dan kemanusiaan, resmi meluncurkan project inisiatif sosial yaitu “Antheia Peduli”, Inisiatif ini memiliki lima fokus utama, yaitu nutrition, housing, health, education, dan security, sebagai bentuk komitmen Antheia dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu program lingkungan dan kemanusiaan yang hadir di bawah inisiatif ini adalah SETIA (Setetes Air, Seribu Arti), sebuah program yang berfokus pada akses air bersih layak konsumsi sebagai bagian dari pilar nutrition. Melalui SETIA, The Antheia Project telah mendistribusikan 10.000 galon air bersih ke enam pulau di wilayah Kepulauan Seribu: Pulau Kelapa, Panggang, Tidung, Lancang, Harapan, dan Untung Jawa. Galon air ini diberikan kepada warga serta layanan publik yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap akses air layak konsumsi.
Fakta di lapangan ini turut dikuatkan oleh pernyataan dari Bapak Ishak, Koordinator Penanggung Jawab Mesin SWRO di Pulau Harapan. Ia menyampaikan, “Di pulau kami, air hasil pengolahan RO (Reverse Osmosis) sebenarnya sudah cukup jernih, tapi belum bisa langsung dikonsumsi karena tetap perlu dimasak terlebih dahulu untuk memastikan bebas dari bakteri, yang mungkin berasal dari penampungan atau saluran distribusi airnya. Saat musim kemarau, tantangan kami semakin besar karena pasokan air dari mesin RO ikut menurun yang biasanya mampu menghasilkan sekitar 15 liter per menit menjadi lebih sedikit. Sementara itu, air sumur yang tersedia di sini cenderung payau, sehingga tidak bisa digunakan secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan layak minum setiap hari. Maka dari itu, bantuan air galon siap minum dari Antheia benar-benar sangat membantu kami. Manfaatnya sangat dirasakan warga, terutama dalam aktivitas harian. Kami sangat bersyukur dan berharap program ini bisa terus berlanjut kedepannya.”

Kegiatan distribusi ini dilaksanakan selama dua pekan, yaitu pada tanggal 9, 12, dan 13 Juni serta 17–19 Juni 2025. Program ini dijalankan melalui koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, dan mendapat dukungan penuh dari Bupati Kepulauan Seribu, Bapak Muhammad Fadjar Churniawan.
“Kalau dibilang kurang air, tidak kurang air. Akan tetapi air yang layak untuk diminum, air yang layak dikonsumsi, itu sangat dibutuhkan warga. Ini adalah bentuk kebutuhan dasar manusia yang bisa membantu masyarakat Kepulauan Seribu hidup lebih sehat, anak-anak lebih pintar, dan kehidupan kedepan lebih sejahtera,” ujar Bupati Fadjar dalam sambutannya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari visi The Antheia Project untuk membangun harmoni antara manusia dan alam secara berkelanjutan. Program ini digagas oleh Co-founder & CEO The Antheia Project, Ruhani Nitiyudo, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap masyarakat pesisir yang kerap menghadapi tantangan sumber air bersih.

“Inisiatif ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap lingkungan dan kemanusiaan. Harapannya galon ini bisa dipakai ulang, dijaga dengan baik, dan tidak rusak atau dibuang sembarangan. Ini bukan hanya tentang distribusi air, tapi juga edukasi keberlanjutan dan mendorong gaya hidup sadar lingkungan,” jelas Ruhani.

Selain berdampak langsung pada akses air bersih, program ini juga mencerminkan komitmen Antheia terhadap penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama:
● SDG 6 – Air Bersih dan Sanitasi Layak
● SDG 11 – Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan
● SDG 17 – Kemitraan untuk Mewujudkan Tujuan
Salah satu penerima manfaat, Dhani Apriyani dari Pulau Panggang, menyampaikan apresiasinya: “Syukur Alhamdulillah bisa menerima air bersih, apalagi ini musim panas. Biasanya saya harus masak air sendiri, jadi ini sangat membantu. Semoga program ini bisa terus berlanjut karena masyarakat disini memang sangat membutuhkan air bersih.”
Melalui “Antheia Peduli”, The Antheia Project menunjukkan bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan organisasi sosial dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Antheia berharap inisiatif ini tidak hanya berhenti pada distribusi air, tetapi juga menjadi pemicu kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan solidaritas sosial, terutama di wilayah pesisir yang rentan.