JAKARTA – Pada 12 bulan yang lalu, Kimi Antonelli sudah mendapat kabar menggembirakan: ia akan menjadi pembalap penuh waktu di Formula 1 bersama Mercedes. Keputusan ini muncul setelah uji coba TPC (Testing of Previous Cars) usai Grand Prix Belgia, dan meskipun masih berusia 17 tahun dan baru menjalani musim perdananya di Formula 2, persiapannya menuju F1 sudah dimulai.
Mengemudi mobil F1 bukan hal mudah, namun Antonelli sudah menjalani berbagai tes di mobil Mercedes tahun 2021 dan 2022 di Red Bull Ring dan Imola. Ia juga berhasil menempuh sekitar 9.000 kilometer di balik kemudi mobil F1 sebelum debutnya di Grand Prix Australia. Namun, meski persiapannya cukup intens, Antonelli merasa pengalaman langsung di trek memberi pelajaran yang tak bisa didapatkan dalam uji coba atau tes.
“Saya pikir dalam hal kecepatan murni, itu tidak akan berubah,” kata Antonelli, dilansir dari Crash. “Yang benar-benar membantu adalah menyesuaikan diri dengan prosedur dan memahami cara kerja tim dan mobil.”
Sesi TPC bersama Mercedes, yang mencakup latihan berbagai prosedur seperti menyalakan mesin dan mengatur setir, memberikan manfaat besar bagi Antonelli. Ia juga menyadari pentingnya mengenal tim dan membangun hubungan yang solid sebelum musim dimulai, yang membuatnya merasa lebih nyaman saat memasuki dunia F1 yang baru.
Namun, walaupun sudah mempersiapkan diri dengan baik, debut pertama di Melbourne tetap menantang. “Pada akhirnya, ada hal-hal yang hanya bisa Anda alami di akhir pekan balapan. Saat uji coba, saya sendirian di trek. Tapi di balapan pertama, ada banyak skenario baru yang harus saya hadapi,” tambahnya.
Antonelli tak hanya dilatih untuk mengemudi, tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi sisi luar trek, seperti menjalani komitmen sponsor dan media. Ia bahkan menjalani simulasi konferensi pers untuk mempersiapkan diri menghadapi tekanan publik.
“Di awal tahun, saya melakukan pelatihan media dengan Rosa [petugas pers Mercedes]. Kami melakukan simulasi konferensi pers di London. Itu pengalaman yang sulit, tapi sangat membantu untuk memahami bagaimana berinteraksi dengan kamera dan penonton,” ujarnya.
Setelah menjalani serangkaian balapan yang intens, Antonelli sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan mental dan fisik. Menyadari bahwa terkadang ia terlalu membebani diri dengan ekspektasi, terutama di balapan Eropa yang dikenalinya, Antonelli mulai memberi waktu untuk dirinya sendiri agar bisa kembali segar dan siap berkompetisi.
“Melakukan waktu untuk diri sendiri sangat krusial,” katanya. “Terkadang saya kelelahan, baik secara fisik maupun mental. Itu memengaruhi performa saya. Tapi sekarang saya lebih memahami pentingnya keseimbangan itu.”
Dalam jeda musim panas F1, Antonelli merasa waktu tersebut sangat berguna untuk menyegarkan pikiran dan mempersiapkan diri menghadapi sisa musim. “Liburan ini memberi saya kesempatan untuk menganalisis dengan lebih baik apa yang saya lakukan di paruh pertama musim dan mencoba membangun dari sana,” ujarnya.
Dengan kembali meraih poin di Hungaria, Antonelli memasuki musim panas dengan catatan positif, siap untuk menghadapi tantangan berikutnya di F1.
