JAKARTA – Polda Metro Jaya kembali menggelar patroli skala besar pada Minggu (31/8/2025) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Aksi ini dilakukan sebagai respons atas gelombang demonstrasi yang sempat memanas di ibu kota, memastikan situasi tetap kondusif bagi warga.
Patroli yang bertajuk “Patroli Bersama Masyarakat Menjaga Negeri” ini melibatkan ratusan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, TNI, dan stakeholder lain seperti Pemprov DKI Jakarta. Menurut pantauan detikcom pada pukul 15.40 WIB, puluhan anggota Brimob dan Sabhara, lengkap dengan senjata dan kendaraan taktis seperti motor, bus, hingga rantis, dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik strategis di Jakarta.
“Kegiatan patroli dilaksanakan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, untuk memberikan rasa aman,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (31/8).
Rute dan Sasaran Patroli
Patroli ini terbagi dalam tiga kelompok dengan rute berbeda untuk memaksimalkan pengawasan. Kelompok pertama menjelajahi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Kelompok kedua bergerak dari Jakarta Barat menuju Jakarta Pusat, lalu berakhir di Jakarta Selatan. Sementara kelompok ketiga fokus memantau Jakarta Selatan hingga Depok.
Rute patroli mencakup jalur-jalur utama seperti Monas, Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Imam Bonjol, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Mampang Prapatan Raya, Jalan Kapten Tendean, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Trunojoyo, Jalan Sisingamangaraja, hingga SCBD, sebelum kembali ke Polda Metro Jaya. Hasil pantauan menunjukkan tidak ada aktivitas yang mengganggu ketertiban masyarakat di wilayah Jakarta Pusat dan Selatan selama patroli berlangsung.
Kolaborasi dan Pendekatan Humanis
Sebanyak 324 personel dari Polda Metro Jaya dikerahkan dalam operasi ini, di luar jajaran Polres. Ade Ary menegaskan bahwa patroli dilakukan dengan pendekatan humanis dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
“Untuk patroli yang dilakukan Polda Metro saja di luar Polres jajaran itu 324 personel dibagi ke tiga sasaran wilayah patroli,” jelas Ade.
Polda Metro Jaya juga bekerja sama dengan TNI, Pemprov DKI, serta tokoh masyarakat untuk memastikan situasi Jakarta tetap aman. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, terutama setelah aksi demonstrasi yang memicu kericuhan dan kerusakan fasilitas umum di sejumlah titik.
Komitmen Menjaga Keamanan
Patroli ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polda Metro Jaya untuk mengembalikan rasa aman bagi warga Jakarta. Ade Ary mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak yang ingin mengganggu stabilitas.
“Jadi kegiatan patroli dilaksanakan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat untuk memberikan rasa aman,” tutur Ade Ary.
Patroli serupa juga akan digelar pada Senin (1/9/2025) dengan fokus pada kawasan rawan gangguan kamtibmas. Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus menjaga ibu kota tetap aman melalui pendekatan persuasif dan kolaborasi dengan berbagai pihak.