BOGOR – Seorang pria menjadi korban tragis pembegalan di kawasan perkebunan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Peristiwa maut ini terekam dalam video yang kini viral di media sosial, memicu kehebohan dan keprihatinan warga.
Polisi langsung bergerak cepat untuk menyelidiki kasus ini guna mengungkap pelaku dan kronologi kejadian.
Berdasarkan video yang beredar, kejadian nahas ini terjadi pada Sabtu, 7 September 2025. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria terkapar di jalanan dengan luka serius, diduga akibat serangan brutal para pelaku begal.
Warga sekitar tampak berusaha menolong korban, namun nyawa pria tersebut tidak tertolong. Video ini menjadi sorotan publik dan memicu diskusi tentang maraknya aksi kriminalitas di wilayah tersebut.
Kapolsek Parung, AKP Waluyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait video viral tersebut.
“Kami sudah mendapatkan informasi tersebut, dan saat ini sedang melakukan penyelidikan,” ujar AKP Waluyo saat dikonfirmasi, Minggu, 8 September 2025.
Penyelidikan awal dilakukan dengan memeriksa lokasi kejadian (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar area perkebunan Rancabungur.
Polisi kini fokus mengidentifikasi pelaku yang diduga melarikan diri usai melakukan pembegalan. Petugas juga tengah mendalami rekaman video untuk mencari petunjuk tambahan, termasuk ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan.
“Kami sedang kumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi kejadian,” tambah AKP Waluyo.
Kasus ini menambah daftar panjang aksi begal yang meresahkan masyarakat di Bogor. Data kepolisian setempat mencatat peningkatan kasus kriminalitas jalanan di beberapa wilayah pinggiran, termasuk Rancabungur, yang kerap menjadi lokasi rawan. Warga pun diimbau untuk lebih waspada, terutama saat melintas di area sepi pada malam hari.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk segera melapor ke Polsek Parung atau kantor polisi terdekat.
“Kami harap masyarakat dapat membantu memberikan informasi agar kasus ini segera terungkap,” tutup AKP Waluyo.