JAKARTA – TNI mendukung penuh pembentukan tim pencari fakta independen yang akan menyelidiki kerusuhan saat demonstrasi. Dukungan ini disampaikan menyusul inisiatif enam lembaga HAM untuk mengungkap dugaan pelanggaran dalam aksi tersebut.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, TNI siap berkontribusi penuh dalam proses investigasi ini, selama semuanya berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. Dukungan tersebut mencakup keterbukaan untuk memberikan keterangan dari prajurit TNI jika diperlukan, dengan mengikuti prosedur standar.
“Setiap inisiatif untuk mengungkap fakta yang berorientasi pada kebenaran, transparansi, serta kepentingan bangsa tentu kita akan dukung sepanjang dilaksanakan sesuai koridor hukum,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Marinir) Freddy Ardianzah saat dihubungi, Minggu (14/9/2025).
Inisiatif pembentukan tim ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran publik atas penanganan demonstrasi yang berujung ricuh, di mana diduga terjadi pelanggaran HAM.
LNHAM, yang melibatkan berbagai lembaga terkait, menekankan pentingnya investigasi independen untuk memastikan fakta terungkap secara adil dan obyektif. TNI sendiri menegaskan komitmennya terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.
Freddy Ardianzah juga menambahkan bahwa TNI menghormati niat baik di balik pembentukan tim tersebut. Jika tim membutuhkan informasi atau pernyataan dari anggota TNI selama proses pencarian fakta, pihaknya akan memfasilitasi hal itu sesuai protokol yang ada. Hal ini menunjukkan kesiapan TNI untuk bekerja sama guna menjaga stabilitas nasional.
“Prinsipnya, TNI terbuka dan siap bekerja sama dalam rangka mendukung penegakan hukum dan perlindungan HAM di Indonesia,” ucapnya.
Pembentukan tim pencari fakta demo ricuh ini dianggap krusial oleh para pakar HAM, karena dapat menjadi preseden bagi penanganan kasus serupa di masa depan.
Saat ini, proses pembentukan tim masih dalam tahap awal, dan TNI berharap inisiatif ini dapat berkontribusi positif bagi kepentingan bangsa secara keseluruhan.