JAKARTA – Dunia perfilman internasional tengah berduka atas kepergian legendaris dan sutradara visioner Robert Redford, yang meninggal dunia pada usia 89 tahun, Selasa pagi (16/92025) waktu Amerika Serikat.
Redford mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya di kawasan pegunungan Utah, dalam damai, dikelilingi oleh keluarga terdekat.
“Kami sangat kehilangan. Ia pergi di tempat yang paling ia cintai, ditemani orang-orang yang paling ia cintai. Keluarga meminta privasi,” ujar humasnya, Cindi Berger.
Karier Emas dan Perjalanan Sinema
Robert Redford mulai dikenal luas pada era 1960-an lewat film legendaris Butch Cassidy and the Sundance Kid (1969), berpasangan dengan Paul Newman. Popularitasnya terus melesat lewat peran-peran penting, termasuk dalam All the President’s Men (1976), yang mengangkat investigasi jurnalis terkait skandal Watergate.
Ciri khas Redford—rambut pirang dan pesonanya di layar lebar—menjadikannya ikon Hollywood pada masanya. Namun, tak hanya sebagai aktor, ia juga menorehkan prestasi luar biasa di balik kamera.
Debut penyutradaraannya, Ordinary People (1980), meraih Academy Award untuk Sutradara Terbaik, mengukuhkan Redford sebagai salah satu sineas paling berpengaruh dalam sejarah perfilman Amerika.
Sundance: Warisan untuk Sineas Independen
Pada 1981, Redford mendirikan Sundance Institute, yang kemudian melahirkan Sundance Film Festival di Park City, Utah. Festival ini menjadi batu loncatan bagi para pembuat film independen yang kini telah menjadi nama besar, seperti Quentin Tarantino, Steven Soderbergh, dan Paul Thomas Anderson.
“Saya ingin memberi kesempatan bagi kisah-kisah yang jarang terdengar,” ucap Redford dalam wawancara tahun 2018.
Sundance kini menjadi salah satu festival film independen paling berpengaruh di dunia.
Penghargaan dan Pengakuan
Sepanjang kariernya yang berlangsung lebih dari enam dekade, Redford menerima berbagai penghargaan prestisius, termasuk dua Piala Oscar, tiga Golden Globe, serta Presidential Medal of Freedom yang dianugerahkan oleh Presiden Barack Obama pada 2016.
Dalam pidatonya, Obama menyebut Redford sebagai sosok yang dikagumi bukan hanya karena kiprahnya di layar, tetapi juga karena keberaniannya mengambil jalan berbeda dan memberikan ruang bagi suara-suara baru.
Jejak Kehidupan Seorang Ikon
Lahir dengan nama lengkap Charles Robert Redford Jr. pada 18 Agustus 1936 di Santa Monica, California, Redford mengawali perjalanannya sebagai seniman setelah menempuh studi seni dan berkeliling Eropa. Ia kemudian belajar akting di New York dan meniti karier dari panggung Broadway hingga layar lebar.
Karya-karya terkenalnya antara lain The Sting (1973), The Great Gatsby (1974), Three Days of the Condor (1975), dan Out of Africa (1985), yang memperkuat reputasinya sebagai aktor sekaligus pembuat film berkelas.
Warisan yang Tak Pernah Padam
Lebih dari sekadar bintang film, Robert Redford dikenang sebagai pelopor gerakan film independen yang membawa perspektif baru ke dunia sinema. Lewat Sundance dan film-filmnya, ia membuka jalan bagi generasi pembuat film untuk berkarya di luar arus utama Hollywood.
Redford meninggalkan warisan yang akan terus menginspirasi, tak hanya lewat karya, tetapi juga semangatnya dalam memperjuangkan cerita-cerita yang berani dan autentik.
