BREBES – Tragedi pagi hari menimpa warga Brebes saat atap teras Gedung Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) setempat tiba-tiba ambruk, menimpa puluhan orang yang sedang berteduh usai berolahraga. Insiden mematikan ini terjadi di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menimbulkan kepanikan massal dan luka-luka pada sejumlah korban.
Kejadian nahas itu berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB, tepat ketika ratusan warga setempat rutin menjalani aktivitas fisik pagi hari di halaman gedung megah bernilai Rp110 miliar tersebut. Banyak di antaranya yang memanfaatkan teras luas sebagai tempat berteduh dari sisa embun pagi, sebelum tiba-tiba mendengar suara gemuruh dahsyat diikuti runtuhnya struktur atap besi dan beton. Reruntuhan langsung menjebol, menjebak korban di bawahnya dan memicu jeritan minta tolong yang memenuhi udara.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes dengan sigap bergerak cepat, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta personel TNI dan Polri untuk evakuasi darurat. Hingga pukul 10.00 WIB, setidaknya enam orang dilaporkan mengalami luka sedang hingga berat, termasuk patah tulang dan luka robek akibat puing-puing tajam. Semua korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes untuk perawatan intensif, sementara tim gabungan masih menyisir puing untuk memastikan tidak ada korban jiwa lain yang terjebak.
Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti runtuhnya atap KPT Brebes, yang baru saja direnovasi dua tahun silam. Namun, dugaan kuat mengarah pada kelemahan konstruksi bangunan yang gagal menahan beban berlebih, terutama setelah hujan deras beberapa hari lalu telah merusak sebagian struktur atap. Seorang saksi mata, yang enggan disebut namanya, mengisahkan momen mencekam itu: “Saya sedang istirahat di bawah teras setelah jogging, tiba-tiba terdengar ‘krek’ keras sebelum semuanya runtuh. Untung saya bisa lompat ke samping, tapi teman saya tertimpa langsung.”
Gedung KPT Brebes, yang dibangun sebagai pusat layanan administratif terintegrasi untuk memudahkan urusan warga, kini menjadi sorotan tajam soal keselamatan infrastruktur publik. Nilai proyeknya mencapai Rp110 miliar, dengan fasilitas modern seperti ruang tunggu ber-AC dan akses digital untuk e-government. Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan bangunan di Indonesia, mengingatkan urgensi audit rutin terhadap aset pemerintahan.
Pemerintah Kabupaten Brebes melalui juru bicara BPBD menyatakan komitmen penuh untuk investigasi mendalam. “Kami prioritaskan keselamatan warga dan akan koordinasi dengan dinas terkait untuk penyebab akar masalahnya,” ujarnya singkat saat ditemui di lokasi. Sementara itu, warga diimbau menjauh dari area sekitar hingga dinyatakan aman, dengan lalu lintas di Jalan Raya Brebes-Tegal sempat macet akibat arus evakuasi.
Kasus ambruknya atap gedung pemerintahan seperti ini bukan yang pertama; tahun lalu, insiden serupa di Jawa Barat menewaskan dua orang. Para ahli struktur bangunan mendesak peningkatan standar konstruksi anti-gempa dan anti-hujan ekstrem, terutama di daerah rawan cuaca tropis seperti Brebes. Update terkini dari RSUD Brebes menunjukkan kondisi korban stabil, meski trauma psikologis diprediksi menjadi isu jangka panjang bagi para penyintas.