JAKARTA – Bintang muda VfB Stuttgart, Laurin Ulrich, yang kini dipinjamkan ke FC Magdeburg di Liga 2 Jerman, menunjukkan sinyal positif untuk bergabung dengan Timnas Indonesia yang dilatih Patrick Kluivert.
Pemain berusia 20 tahun ini mengakui tak menutup pintu peluang membela Garuda di masa depan, menambah harapan bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang haus akan talenta anyar.
Kabar ini menjadi sorotan sejak Maret 2025, ketika Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mulai mendekati Ulrich melalui perwakilan keluarganya. Eks pemain Indonesia yang pernah merumput di Belanda, Yussa Nugraha, mengungkapkan proses pendekatan tersebut.
“Laurin sudah didekati oleh PSSI. PSSI sudah ngobrol dengan ayahnya Laurin. Agen dari PSSI, Fardy Bachdim sudah menghubungi ayahnya Laurin,” kata Yussa Nugraha, Okezone mengutip dari channel YouTube Yussa Nugraha medio April 2025.
Ulrich, yang memiliki darah campuran yang memungkinkan ia memenuhi syarat FIFA untuk membela Indonesia, dianggap sebagai aset potensial untuk memperkuat lini serang Timnas.
Dengan kemampuan sebagai winger kiri atau gelandang serang, ia bisa menambah dimensi kecepatan dan kreativitas di skuad asuhan Kluivert, yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih kepala untuk membawa Indonesia ke level Asia yang lebih kompetitif.
Karier Gemilang di Jerman dan Panggilan Internasional
Musim 2025-2026 menjadi ajang Ulrich menunjukkan kelasnya di FC Magdeburg. Pemain andalan ini telah tampil dalam lima laga Liga 2 Jerman, mencetak dua assist krusial yang membantu timnya naik peringkat. Penampilan impresif itu tak luput dari perhatian timnas junior Jerman, di mana ia dipanggil ke skuad U-20 untuk FIFA Matchday September 2025.
Di level internasional, Ulrich tampil sebagai starter utama saat Jerman U-20 menghajar Swiss dengan skor 5-1 dan merobohkan Italia 4-0. Prestasi ini menegaskan potensinya sebagai talenta Eropa yang matang, meski kini ia membuka opsi untuk berkontribusi di kompetisi Asia Tenggara melalui Timnas Indonesia.
Harapan Baru untuk Timnas Indonesia Era Kluivert
Kedatangan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia diharapkan membawa angin segar, terutama dengan strategi merekrut pemain keturunan seperti Ulrich. Kluivert, mantan bintang Barcelona dan Belanda, dikenal dengan pendekatan ofensifnya yang bisa memaksimalkan bakat muda. Jika Ulrich resmi bergabung, ia berpotensi debut di kualifikasi Piala Dunia 2026 atau AFF Cup mendatang, mengisi kekosongan di posisi sayap yang sering menjadi titik lemah skuad Merah Putih.
Pendekatan PSSI ini sejalan dengan program naturalisasi yang sukses sebelumnya, seperti kasus Justin Hubner atau Ole Romeny. Pengamat sepak bola menilai, kehadiran Ulrich bisa jadi katalisator untuk target ambisius Indonesia lolos 16 besar Piala Asia 2027.