Menteri Luar Negeri Sugiono menyoroti pentingnya tata kelola multilateral yang inklusif sebagai kunci untuk mengendalikan kecerdasan buatan (AI). Ada bahaya serius jika teknologi kecerdasan buatan disalahgunakan untuk kepentingan militer dan perang.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pertemuan debat terbuka Dewan Keamanan PBB yang membahas aplikasi kecerdasan buatan di bidang militer dan keamanan pada 25 September lalu. Sugiono menegaskan bahwa Indonesia mengakui perkembangan AI yang sangat pesat membawa banyak keuntungan, namun juga memiliki potensi bahaya.
Laporan Tim Garuda TV.
Caption | Admin: Filda
