JAKARTA – Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali menunjukkan komitmennya membina talenta muda dunia melalui Obama Foundation Fellowship 2025.
Kali ini, spotlight tertuju pada tiga pemuda berprestasi asal Indonesia yakni Billy Mambrasar, Hatta Kresna Aditya, dan Nashin Mahtani. Mereka terpilih sebagai peserta program elit ini, yang menjanjikan mentoring langsung dari Obama serta kesempatan bertemu di Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Pemilihan ketiga tokoh muda ini bukan tanpa alasan. Obama Foundation menyoroti kontribusi mereka yang luar biasa di bidang sosial, lingkungan, dan inovasi di Indonesia.
Program fellowship ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan global, sekaligus melibatkan mereka dalam inisiatif pembangunan internasional yang dipimpin Obama. Tepat di tengah momentum global seperti Sidang Majelis Umum PBB di New York dan Konferensi COP 30 di Brasil tahun ini, kehadiran mereka diharapkan memperkuat suara Indonesia di panggung dunia.
Profil Singkat Para Pemimpin Muda Indonesia
Billy Mambrasar, aktivis pendidikan dan lingkungan asal Papua, bukan nama baru di mata Obama. Ia pernah bertemu sang mantan presiden pada 2015 melalui program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI).
Inspirasi Mambrasar berawal dari kampanye “We Can” Obama pada 2009, yang mendorongnya mendirikan Yayasan Kitong Bisa untuk menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak di Papua. Tak berhenti di situ, ia juga mempelopori gerakan lingkungan CONTAINER.
Dengan latar belakang lulusan Harvard University dan Institut Teknologi Bandung (ITB), Mambrasar sempat menjabat sebagai Staf Khusus Presiden RI bidang Inovasi dari 2019 hingga 2024. Kini, ia menjabat sebagai Tenaga Ahli Deputi Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Sementara itu, Hatta Kresna Aditya fokus pada pemberdayaan masyarakat adat melalui Rahsa Nusantara, organisasi yang ia dirikan untuk melindungi lingkungan sekaligus memastikan penghasilan adil bagi komunitas tersebut.
Sebagai lulusan Teknik Elektro ITB dengan prestasi akademis gemilang di atas rata-rata, Aditya mewakili generasi muda yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan aksi sosial berkelanjutan.
Nashin Mahtani, inovator asal Bali, dikenal lewat karya revolusionernya: Peta Bencana Nasional. Alat digital ini membantu pemerintah memetakan potensi bencana alam secara akurat, mendukung respons cepat dan pencegahan. Mahtani, lulusan Universitas Waterloo di Kanada, aktif dalam berbagai kegiatan sosial di pulau dewata, menjadikannya figur kunci dalam adaptasi teknologi untuk ketahanan bencana.
Dampak Global dan Peluang ke Depan
Obama Foundation Fellowship 2025 bukan sekadar pengakuan, melainkan panggung untuk kolaborasi lintas batas. Para peserta akan menjalani proses mentoring intensif, yang diharapkan menghasilkan solusi inovatif untuk isu global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan, dan pembangunan berkelanjutan. Bagi Indonesia, ini menjadi bukti bahwa generasi mudanya siap bersaing di level internasional, sejalan dengan agenda nasional seperti transisi energi hijau dan digitalisasi.
Seperti dikutip dari Antara pada Jumat (26/9/2025), ketiga pemuda ini dipilih berdasarkan karyanya di masyarakat, prestasi akademis, dan rekam jejak kepemimpinan mereka di Indonesia. Program ini juga membuka pintu bagi jaringan luas dengan pemimpin muda dari berbagai negara, memperkaya perspektif dan dampak kerja mereka.
Kisah sukses Billy, Hatta, dan Nashin menginspirasi ribuan pemuda Indonesia lainnya untuk terus berinovasi. Di era di mana tantangan global semakin kompleks, dukungan dari figur seperti Obama bisa menjadi katalisator perubahan nyata.