JAKARTA – Institute for Policy Research (IPR) meminta Presiden Prabowo Subianto segera menuntaskan dan mengevaluasi tuntas kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). IPR menilai perlu ada tinjauan menyeluruh terhadap seluruh aspek program, dari proses administrasi hingga pelaksanaan di lapangan.
“Menurut saya, Presiden harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, mulai dari proses administrasi hingga pelaksanaan di lapangan,” ujar perwakilan IPR dalam keterangannya, Sabtu (28/9/2025).
Langkah cepat Presiden Prabowo mendapat apresiasi setelah ia berencana memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas permasalahan ini. Padahal, presiden baru saja menyelesaikan kunjungan kerja selama sepekan ke luar negeri, termasuk menghadiri dan berpidato pada Sidang Umum PBB ke-80 di New York, Amerika Serikat.
“Saya mengapresiasi gerak cepat Presiden Prabowo yang akan segera memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas masalah keracunan ini,” tambah IPR.
Kasus keracunan ini dinilai harus diselesaikan secara tuntas, termasuk menindak tegas pelaku pelanggaran atau penyelewengan.
IPR menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini krusial untuk menjaga keberlanjutan dan keberhasilan MBG, yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia demi masa depan bangsa yang lebih sehat dan cerdas.
Presiden Prabowo sendiri telah menegaskan pentingnya menjaga tujuan mulia program ini tanpa dipolitisasi.
“Tujuan Makan Bergizi Gratis adalah untuk anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan menjadi harapan masa depan Indonesia,” tegasnya.
IPR pun mendukung pernyataan ini, mengingatkan agar isu keracunan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik yang dapat memicu perpecahan.
“Jangan sampai masalah keracunan MBG ini digiring ke hal yang sifatnya politis, apalagi sampai menimbulkan keributan seperti menggiring opini dan massa yang menimbulkan perdebatan dan keributan yang tidak berujung yang justru merugikan semua pihak,” ujar IPR.
Sebagai langkah ke depan, IPR mendorong pemerintah untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan MBG.
Dengan evaluasi yang tepat dan tindakan tegas terhadap pelanggaran, program ini diharapkan dapat kembali berjalan sesuai visi awal: menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berprestasi.
