JAKARTA – Harga emas dunia kembali melesat dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi Amerika Serikat.
Pada perdagangan Senin (29/9/2025), harga emas di pasar spot sempat menembus level US$3.819,81 per troy ounce, sebelum terkoreksi tipis menjadi US$3.810,48 per troy ounce pada pukul 14.34 WIB.
Kenaikan harga emas kali ini dipicu oleh melemahnya nilai dolar AS serta meningkatnya kekhawatiran mengenai potensi shutdown pemerintahan Amerika Serikat.
Investor global kini menanti hasil pertemuan penting antara Presiden Donald Trump dan pimpinan Kongres AS yang dijadwalkan berlangsung hari ini waktu setempat, atau Selasa dini hari waktu Indonesia.
Mengutip laporan Bisnis, pertemuan tersebut krusial lantaran dana operasional pemerintah federal hanya cukup bertahan hingga esok hari.
Jika shutdown benar terjadi, publikasi sejumlah data ekonomi vital, termasuk laporan ketenagakerjaan Jumat mendatang, berpotensi tertunda.
Laporan ketenagakerjaan itu sendiri dinilai penting untuk mengonfirmasi perlambatan pertumbuhan lapangan kerja di bulan September.
Pelemahan dolar membuat emas lebih murah bagi pembeli global, sementara potensi penurunan suku bunga The Fed pada Oktober mendatang akan menambah daya tarik logam mulia ini.
Kondisi tersebut kian diperburuk oleh polemik independensi bank sentral AS, menyusul upaya Presiden Trump untuk memberhentikan Gubernur The Fed, Lisa Cook.
“Emas batangan tampaknya tidak terlalu mahal dibandingkan dengan dolar dan obligasi pemerintah AS, yang seharusnya mengandung premi terkait The Fed, mengingat sifat risikonya dari potensi hilangnya independensi bank sentral,” tulis para ahli strategi Barclays Plc., termasuk Themistoklis Fiotakis dan Lefteris Farmakis, dalam sebuah catatan pada Minggu.
Sejauh ini, emas telah melonjak 45% sepanjang 2025, dipacu permintaan besar dari bank sentral di berbagai belahan dunia serta kebijakan pemangkasan suku bunga The Fed yang kembali digulirkan.
Sejumlah bank investasi besar, termasuk Goldman Sachs dan Deutsche Bank, bahkan memperkirakan tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.***